Tugu Persatuan Kendari Sudah Kropos dan Dibiarkan Merana

Tugu Persatuan Kendari
KENDARI—Tugu Persatuan yang berdiri kokoh di jantung Kota Kendari, kini kondisinya sudah kropos dan dibiarkan merana. Sejak dibangun pada tahun 2004 sampai sekarang, bangunan dan fasilitas dalam tugu belum rampung. Padahal setiap tamu yang datang berkunjung di Kota Kendari selalu minta diantar ke tugu untuk dijadikan latar belakang foto selfi. 
“Mas bisa antar ke tugu persatuan ya. Mau foto-foto di tugu, supaya ada kenang-kenangan bahwa pernah ke Kota Kendari,” kata Tantri, pegawai Sekolah Tinggi Kesehatan (STIK) Aisyah Yogjakarta saat melakukan tour promo perguruan tinggi di Kota Kendari. 
Menurut Tantri, informasi tugu persatuan Kendari diketahui melalui searching google.com. “Taunya lewat internet kalau di Kendari ada tugu yang tinggi,” ungkapnya.  
Beberapa tamu lain berkunjung di Kendari, pasti memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dengan latar belakang tugu persatuan. Tugu tersebut dididirikan tepat berada di tengah-tengah alun-alun eks lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional tahun 2007. 
Tugu persatuan yang tingginya 99 meter dibangun Ali Mazi, mantan Gubernur Sultra periode 2003-2008. Masa kepemimpinan Ali Mazi, tugu yang dibangunnya itu belum rampung. Fasilitas dalam tugu tidak selesai dibangun, karena masa kepemimpinannya telah berakhir. 
Dalam perencanaan pembangunan tugu persatuan itu, akan ada restoran, ruang meeting dan lift menuju puncak menara. Dengan lift tersebut, pengunjung dapat menyaksikan keindahan pemandangan Kota Kendari di puncak menara. 
Pasca kepemimpinan Ali Mazi berakhir dan dilanjutkan Nur Alam, Gubernur Sultra yang kini masuk periode kedua memimpin Sultra, tidak pernah dibenahi tugu tersebut. Nur Alam membenahi pelataran alun-alun eks MTQ dan sekarang taman dibeberapa sudut. 
“Kalau saja gubernur melanjutkan pembangunan tugu persatuan, saya pikir bisa menjadi tugu monas seperti yang ada di Jakarta. Tapi saya lihat dibiarkan saja, malahan saya dengar besi tugu sudah kropos terendam air. Instalasi kabel sudah hilang karena dicuri,” kata Ipung, pedagang yang berjualan di sekitar alun-alun eks MTQ. 
Bahkan sebagian kaca pecah dan dinding di bagian atas menara sudah terlepas. Hal itu sangat rawan bagi pengunjung, bila tiba-tiba angin kencang bertiup. Pecahan kaca yang jatuh dapat menimbulkan luka atau cidera bila mengenai pengunjung. Taman kolam yang dulu ramai dikunjungi setiap sore, kini sudah ditimbun dijadikan pelataran. 
Tugu persatuan merupakan desain arsitek Danny Pomanto, yang saat ini menjabat Walikota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...