Tukarkan Uang Lusuh, Salah Satu Bentuk Mencintai Rupiah


JAYAPURA—Sejumlah masyarakat berbondong-bondong menukarkan uang rupiah yang lusu, dan robek di pelayanan Mobil Kas Keliling (MKK) Bank Indonesia. Pelayanan tersebut sebagai bentuk peduli terhadap mata uang Rupiah Indonesia.
Salah satu yang utama dalam pelayanan keliling tersebut, guna memudahkan masyarakat dalam penukaran uang mulai ribuan, puluhan hingga ratusan ribu dan juga uang yang sudah tidak layak edar lagi di masyarakat seperti uang yang sudah lusu, robek atau yang sudah lama. 
Salah satu kasir senior Bank Indonesia, Kota Jayapura, Papua, Erwin Siroli, mengatakan jenis penukaran uang bermacam-macam, mulai dari perbankan hingga masyarakat. Namun yang paling dominan dari pelanggan tetap yakni pertokoan. 
“Paling dominan dari pertokoan yang sudah menjadi pelanggan tetap dalam penukaran uang ini,” kata Erwin, Senin (02/11/2015). 
Ia mengakui, sejak diluncurkannya mobil kas keliling tahun lalu, sampai saat ini animo masyarakat masih sangat tinggi untuk menukarkan uang lama mereka. Pihaknya membuka pelayanan tiga kali tiap minggunya, dimulai dari pagi pukul 08.00 wit hingga siang pukul 12.00 wit. 
“Ada dua titik, pertama pusat Kota Jayapura tepatnya didepan parkiran Gelael Jayapura, parkiran toko Mega Abepura dan parkiran toko Mega Waena,” ujarnya. 
Persediaan dari Bank Indonesia, lanjutnya, pihaknya sediakan sedikitnya Rp 800 juta saat hari normal, sedangkan Rp 1 miliar saat hari raya nasional, seperti jelang hari raya Idul Fitri dan Natal. 
“Saya juga himbau kepada masyarakat agar mengenali lebih dekat uang rupiah kita, dengan cara 3D, dilihat, diraba dan diterawang. Ini juga sebagai bentuk membantu aparat polisi untuk mengungkap peredaran uang palsu di Indonesia secara khusus di Kota Jayapura,” katanya. 
Menurutnya, kini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lebih jauh perbedaan antara uang palsu dan uang asli. “Bagi masyarakat, agar memperlakukan uang dengan baik yakni jangan di lipat agar uang tersebut tidak mudah mudah rusak dan tentunya lebih sayang lagi kepada rupiah,” ujarnya.
Di tempat yang sama, salah satu tukang ojek, Sudir merasa senang dengan adanya pelayanan penukaran uang keliling tersebut. Lantaran dirinya kerap menerima uang lusu dari pelanggan, dan tak jarang dirinya sering melipat-lipat uang tersebut. 
“Ini mempermudah sekali, saya tiap hari sudah pasti mendapatkan uang recehan kertas yang sudah lusu dan terlipat-lipat. Sebelum saya tabung, saya sempatkan diri menukar ke mobil penukaran uang ini,” kata Sudir sambil menunjukkan uang lusu yang akan ditukarkan. 
Menurutnya, kalau dirinya mau menukarkan uang sejumlah Rp 50 ribu ke kantor Bank Indonesia, otomatis memakan waktu, dan harus antri hanya demi menukarkan uang tersebut. “Masa saya harus tukar uang pecahan Rp 5000 dan Rp 10 ribu jauh-jauh ke kantor BI. Padahal, sudah ada pelayanan ini, kan lebih mudah dan tidak antri,” ujarnya.

JURNALIS : INDRAYADI T. HATTA

Jurnalis Cendana News wilayah Papua. Bergabung dengan Cendana News bulan April 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis dan fotografer lepas untuk berbagai media cetak dan online dalam berbahasa Indonesia dan Inggris.

Akun twitter : @indrayadihatta
Lihat juga...