UM Surabaya Beri Kado untuk Anak Keterbelakangan Mental di HKN

SURABAYA — Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada 12 November, diperingati berbeda oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Yaitu, pengenalan permainan untuk anak retredasi mental atau keterbelakangan mental.
Dosen Pembimbing, Mundakir S.Kep., Ns., M. Kep mengatakan, bahwa kebanyakan anak yang retredasi mental merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu.
“Untuk itu, kami memberikan sedikit ‘kado’ permainan dari barang bekas untuk anak retredasi mental, ada puzzle, boneka tangan dan congklak, yang kesemuanya terbuat dari barang bekas,” terangnya kepada CDN, Kamis (12/11/2015).
Manfaat dari permainan ini, untuk menstimulasi anak retredasi mental agar lebih cepat mengerti berhitung dan mengerti warna dan bentuk. Tingkat efektifitas permainan ini bisa mencapai 70 persen dari kebiasaan sebelumnya.
“Anak yang kami ajari dengan permainan ini, dari 30 anak, ada 26 anak yang berhasil mengetahui angka 1-10 dengan tepat, dan mengetahui warna dan buah,” tandasnya.
Ira Purnama Sari, mahasiswa S1 Jurusan Keperawatan sebagai pencetus permainan ini mengungkapkan manfaat dari ketiga permainan ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak retredasi.
“Misalnya puzzle, kita bisa mengajari warna dan jenis buah, kalau boneka tangan bisa menstimulus agar anak retredasi tersebut dalam kondisi senang ketika diajak makan, mandi, atau aktifitas lain,” jelasnya.
Permainan congklak terbuat dari wadah kardus telur, yang dipotongi kemudian diwarnai. Untuk permainan puzzle, dari kardus bekas yang diberi gambar buah. Dan sedangkan boneka tangan terbuat dari kain bekas untuk mengurangi tingkat kecemasan anak.
“Kalau anak tersebut diajari berhitung 1-10 di kelas 1-4 saja masih susah, dengan permainan ini, kami hanya butuh waktu 1 bulan,” pungkasnya.
Di hari kesehatan nasional ini, tak lupa Pak Mundakir mengingatkan masyarakat Indonesia agar selalu berperilaku sehat. Jangan sampai perilaku sakit yang diterapkan, misalnya budaya merokok kini yang mulai menjamah ke anak-anak sekolah.
“Hal tersebut sangat memprihatinkan, jadi saya ingin hari ini sebagai momentum untuk hidup sehat seterusnya,” tutupnya.

JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...