Unair Waspadai Indikasi Pengelolaan Rapor Calon Mahasiswa

SURABAYA — Universitas Airlangga (Unair) mengendus adanya kecurangan dalam rapor SMA yang digunakan untuk mendaftar dalam jalur undangan. Hal ini dikemukakan oleh Rektor Unair, Prof. Dr. M. Nasih.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan rektor se-Indonesia, ada kejanggalan yang ditemukan. Dalam rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,5 keatas, mahasiswa yang diterima dari jalur SBMPTN lebih banyak jumlahnya daripada mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN maupun undangan.
“Takutnya ada indikasi pengelolaan rapor oleh pihak sekolah agar siswanya lolos di perguruan tinggi favorit,” terangnya kepada Cendana News, Senin (23/11/2015).
Masalahnya, IPK mahasiswa yang SBMPTN lebih tinggi dibandingkan dengan IPK mahasiswa dari jalur SNMPTN maupun undangan.
Contohnya rektor di Palembang pernah menemukan seorang siswa yang memiliki tiga rapor, rapor kelas satu, rapor kelas dua dan rapor kelas tiga. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti agar nilai rapor yang dikeluarkan tidak direkayasa atau dikelola oleh sekolah.
“Untuk di Unair masalah tersebut masih belum ditemukan, tetapi yang jadi masalah sekarang standart nilai antar sekolah yang berbeda,” tegasnya.
Ia mencontohkan nilai 9 di SMA Pacitan dengan nilai 9 di SMA Surabaya tentu standartnya berbeda. Namun, penilaiannya yang membingungkan karena standart tiap sekolah apalagi antar kota tentunya berbeda.
Dengan berbagai masalah tersebut, menggunakan rapor sebagai dasar penilaian untuk masuk ke Universitas dirasa kurang.
“Jalur undangan terutama, harus ada penilaian dari rapor, prestasi pun juga dengan nilai UN, jadi ketiga nilai tersebut menjadi standart masuk ke univesitas,” tandasnya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...