Usahawan Pot Bunga di Kendari Berbagi Rahasia Usaha

Pembuatan pot bunga
KENDARI — Matahari yang memancarkan sinarnya terasa sangat menyengat. Namun bukannya berhenti bekerja, di siang bolong, justru makin dipacu agar seluruh pesanan dapat terlayani hingga sore. Rutinitas kerja seperti ini dijalani Supriadi yang tinggal di Kompleks BTN Anaway, Kelurahan Anaway, Kecamatan Wuawua  Kota Kendari. 
Pot bunga yang berjejer di halaman rumahnya merupakan karya Adi panggilan akrab Supriadi. Pada saat matahari bersinar, Adi sibuk mengecat pot bunga yang  sudah dipesan oleh langganannya. Meski usaha yang dirintis sejak April 2014 ini masih skala kecil, tapi sudah melayani permintaan konsumen dari Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe Utara.
Kapasitas produksi berkisar 50 sampai 60 pot bunga dengan berbagai jenis dan ukuran dalam seminggu. 
“Kadang saya kewalahan menerima pesanan. Harap maklum karena semua pesanan masih dikerja sendiri. Belum ada tenaga karyawan yang  membantu, kondisi modal yang masih terbatas,” jelas Adi kepada wartawan Cendananews.com.
Adi berharap usaha pembuatan pot bunga yang diberi nama Faiz Pot, mendapat perhatian dari pemerintah atau swasta yang peduli terhadap usaha ekonomi kreatif. 
“Kalau ada suntikan modal, saya yakin usaha membuat por bunga dapat lebih berkembang. Apalagi kalau diikutkan pelatihan peningkatan keterampilan,” ujar Adi.
Harga pot yang ditawarkan ke konsumen bervariasi. Mulai harga Rp 20 ribu sampai Rp 90 ribu per buah. Harga tersebut sangat tergantung ukuran dan jenis pot yang akan dibeli. Bila konsumen membeli dalam partai banyak, akan diberi diskon harga yang lumayan besar antara 10 sampai 20 persen.
Dengan harga yang kompetitip dengan produsen lainnya,  Adi mengaku tidak pernah pot terpajang lama di halaman rumah. Bahkan pot sementara dicetak, sudah ada konsumen yang bersedia membayar. 
“Alhamdulillah order lancar terus,”ungkap Adi yang pernah bekerja di salah satu media cetak di Kendari.
DI media cetak, Adi pernah menjadi marketing, kemudian dipindahkan dibagian jada event organizer. Setelah bekerja selama 7 tahun, Adi memutuskan berhenti untuk mencoba pekerjaan lain. Diapun  kemudian membuka usaha kios di rumah.
Dari usaha kios inilah  Adi yang telah dikaruniai 2 orang putra mencoba membuat usaha pot  bunga sambil menunggu jualan kiosnya.  Pada mulanya melihat  dan bertanya cara membuat pot bunga yang terdapat di bilangan PLN Kendari.
 “Kalau ada waktu lowong saya pergi ke tempat pembuatan pot. Saya banyak bertanya kepada tukang. Saya diajarkan cara membuat pot dengan rapi. Cara membuat campuran semen, peralatan yang dibutuhkan,” bebernya.
Setelah  sering mengamati, Adi  lalu menbeli bahan material yang diperlukan. “Pada awal mencoba, sempat mengalami kesulitan. Tapi setiap kendala yang saya hadapi, saya selalu bertanya sama tukang pot senior. Untungnya tukang tersebut tidak pelit informasi, dia selalu beri penjelasan,” ungkap Adi.
Prinsipnya amati, lalu tiru cara kerjanya dan lakukan modifikasi. Istilah kerennya, Amati Tiru Modifikasi (ATM).  Dengan cara ATM, kini Adi sudah bisa  menambah pendapatan keluarga selain penghasilan dari  kios. 
“Nilainya belum besar, tapi sudah bisa menyambung hidup dan menyekolahkan anak,” kata Adi menutup perbincangan.

JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...