Utusan Sumut Tolak Sistem Ahwa di Konggres GP Ansor Yogyakarta

Registrasi peserta konggres
YOGYAKARTA — Konggres XV GP Ansor di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, dusun Candibinangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta akan berlangsung pada 25-27 November 2015. Agenda paling ditunggu dalam konggres tersebut adalah pemilihan ketua umum periode lima tahun mendatang.
Namun hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik. Pasalnya, sejumlah utusan berbagai daerah tak menyetujui rencana diberlakukannya sistem ahwa dalam proses pemilihan Ketum, karena dianggap justru menciderai demokrasi.
Utusan GP Ansor dari Sumatera Utara, Bahar Sitorus, ditemui di lokasi konggres pada Rabu (25/11/2015) menyatakan keberatannya terkait akan diterapkannya sistem ahlul halli wal aqdi (ahwa) atau musyawarah mufakat dalam pemilihan Ketua Umum GP Ansor untuk periode lima tahun mendatang. 
Bahar beralasan, sistem ahwa berarti akan ada tim formatur sehingga dikhawtirkan peran kyai dan ulama lebih dominan. Padahal, GP Ansor ini merupakan gerakan kepemudaan yang sifatnya independen.
Bahar yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Kasat GP Ansor Korcab Serda Bedagai, Sumatera Utara menilai, dengan diterapkannya sistem ahwa dikhawatirkan ada kepentingan lain yang bermain. Bahar juga menyatakan perlunya Badan Otonom (Banon) GP Ansor untuk dievaluasi agar ke depan bisa lebih bekerja secara independen.
Khairial dan Agus Susanto dari Sumut
Senada dengan itu, Agus Susanto, bendahara GP Ansor Simalungun, juga menyatakan keberatannya terhadap sistem ahwa tersebut. Pun sama halnya dengan Khairial, Sekretaris GP Ansor Cabang Batu-bara, Sumatera Utara, yang juga tak setuju dengan siatem ahwa. Bahkan, Khairial mengharapakan dalam konggres kali ini akan ditemukan sosok pemimpin baru yang bisa bersikap adil dan tidak membeda-bedakan daerah lain.
 “Sebab, selama 5 tahun ini, kami yang di Sumatera Utara merasa tidak diperhatikan dan seperti dianak-tirikan”, katanya.
Khairial mengungkapkan, selama lima tahun ini tidak pernah ada kegiatan besar yang diadakan di Sumatera Utara. Khairial menyadari jika jumlah kader GP Ansor Sumatera Utara memang kecil dibandingkan yang ada di Jawa. Namun semestinya pimpinan pusat justru memperhatikan demi perkembangannya. Kegiatan akar, sangat penting agar rasa kebanggaan dan semangat kader bisa terjaga sehingga kaderisasi bisa tumbuh pesat. 
“Terus terang kami kecewa dengan kepemimpinan selama 5 tahun ini, karena seolah-olah kegiatan besar hanya diadakan di Jawa saja”, katanya.
Konggres XV GP Ansor tahun ini mengangkat tema Menjaga Keutuhan Bangsa, Memperkuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan. Selain pemilihan ketum, agenda kongres juga akan diisi dengan laporan pertanggung-jawaban PP GP Ansor 2011-2016 yang diketuai Nusron Wahid, sidang-sidang komisi dan pemilihan pengurus PP GP Ansor periode lima tahun mendatang. Juga ceramah dan taushiah para tokoh. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...