Wacana Larangan Mobil Luar Kota Ditanggapi Dingin Masyarakat

Kemacetan di ruas jalan Depok-Jakarta

JAKARTA — Perseteruan antara dua pemimpin daerah, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Bupati Bogor dan Walikota Bogor makin hari kian ” seru “. Mereka sama-sama mengeluarkan pernyataan yang dirasa aneh namun tidak begitu mendapat respon dari masyarakat.

Setelah insiden penghadangan dan penolakan ratusan truk sampah milik Suku Dinas Kebersihan dan Pertamanan ( DKP ) Pemprov DKI Jakarta oleh warga Bogor, kini giliran Gubernur DKI Jakarta berencana mengeluarkan wacana peraturan “melarang” semua mobil dengan plat nomor Bogor, Bekasi dan Tangerang melintas di wilayah Ibukota DKI Jakarta.

Pernyataan Ahok tersebut seolah – olah merupakan sebuah tindakan balasan akibat dilarangnya ratusan truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta yang akan menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Sebelum sampai di lokasi, ratusan truk sampah tersebut terlebih dahulu melintasi Jalan Transyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Yuliani, salah satu warga DKI Jakarta yang tinggal di Bogor
Seperti yang diungkapkan salah satu warga ber KTP DKI Jakarta yang tinggal di Bogor, Yuliani mengatakan, pejabat jaman sekarang itu rata – rata hanya bisa ngomong alias gertak sambal.

“Pagi ini ngomong A, nanti sore jadi B, besoknya berubah jadi C, makanya saya tidak kaget dengan adanya wacana tersebut,” terangnya kepada Cendana News di Jakarta, Sabtu (07/11/2015).

Yuliani menambahkan, gimana caranya membatasi atau melarang mobil – mobil keluar masuk Ibukota, karena belum tentu semua mobil orang yang tinggal di Jakarta punya mobil berplat B.

“Begitu juga sebaliknya banyak juga orang yang tinggal luar DKI Jakarta yang punya mobil plat B,” pungkasnya.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]

Lihat juga...