Wali Murid Harap Sekolah Awasi Pedagang Jajanan

Mediasi Wali murid dan pihak sekolah terkait pedagang jajanan
LAMPUNG — Keberadaan kantin jajanan di Sekolah Dasar Negeri Hatta sempat menjadi persoalan bagi wali murid. Mereka mengeluhkan keberadaan kantin di seputar sekolah yang membuat murid keluar dari lingkungan sekolah untuk membeli makanan.
Terkait keluhan tersebut bahkan puluhan wali murid mendatangi SDN Hatta, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan dan menyampaikan kekecewaan terkait pengawasan sekolah terhadap keberadaan penjual jajanan.
Dialog para wali murid dengan pihak dewan guru,komite sekolah, pengawas tingkat sekolah dasar, yang diadakan salah satu kelas di SDN Hatta pun dimediasi oleh kepala desa serta Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Bakauheni. 
“Selama ini kita kan tidak mengetahui apakah jajanan yang dijual di lingkungan sekolah  tersebut higienis atau tidak bahkan terjamin kesehatannya atau tidak,”ungkap Zakaria, salah satu wali murid di SDN Hatta dalam mediasi wali murid dengan dewan guru, Rabu (18/11/2015).
Ia berharap pihak sekolah bisa mengawasi keberadaannya, terutama yang berada di dalam lingkungan atau di sekitar halaman sekolah. Sebab para wali murid mengaku selama ini memberi uang jajan kepada murid untuk jajan di sekolah dan dalam kenyataannya pengawasan pedagang atau jajanan di sekolah merupakan tanggungjawab para guru.
Keluhan wali murid tersebut mendapat tanggapan dari KUPT Dinas Pendikan Kecamatan Bakauheni, Hamid Hasan. Menurutnya pengawasan jajanan di sekolah menjadi tanggungjawab pihak sekolah atau dinas pendidikan, dinas kesehatan terutama pengawasan terhadap kantin sekolah dalam pengawasan jajanan yang diduga menggunakan zat yang tak baik untuk perkembangan para murid.
Hamid Hasan mengungkapkan, peran guru yang menjadi pengajar dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan terutama dalam pengawasan murid saat jajan di lingkungan sekolah. Meskipun belum ditemukan murid mengalami masalah kesehatan akibat membeli jajanan di sekolah namun para wali murid sekolah menyediakan kantin sehat yang dikelola pihak sekolah.
“Pengawasan sekolah sebatas kantin yang ada di dalam sekolah karena kita juga tidak bisa melarang pedagang jajanan dari luar untuk berjualan di luar pagar sekolah sementara pedagang di lingkungan sekolah juga terbatas,,”ungkapnya.
Ia bahkan berjanji akan menggandeng instansi terkait dalam hal ini dinas kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan razia terkait jajanan di sekolah sekolah yang ada di Kecamatan Bakauheni. Razia difokuskan pada minuman dan makanan yang terindikasi menggunakan bahan pengawet makanan serta zat yang membahayakan tubuh seperti pewarna buatan, pemanis buatan dalam jajanan makanan anak sekolah. 
Kepala sekolah SDN Hatta, Herliyah mengaku akan segera mengupayakan para penjual makanan menjual jajanan di lingkungan sekolah di tempat yang telah disiapkan. Keberadaan kantin sekolah tersebut akan diawasi dengan menyajikan menu sehat, higienis bagi murid di sekolah dasar.
Pengawasan terhadap para penjual makanan tersebut dikeluhkan oleh wali murid SDN Hatta paska terjadi pelecehan seksual yang menimpa salah satu murid di sekolah tersebut. Pedagang jajanan keliling yang berjualan di sekolah tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid dan telah ditangkap di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Lampung Selatan.
Pasca kejadian tersebut para wali murid menuntut agar peristiwa serupa tidak terulang dengan melakukan penertiban pedagang di lingkungan sekolah. Selain menghindari hal hal yang tak diinginkan, para wali murid juga menginginkan pedagang jajajan di SDN Hatta menjaga kualitas makanan yang dijual kepada para murid. 
Puluhan warga yang merupakan wali murid di SDN Hatta tersebut bahkan menyampaikan keluhan terkait penggunaan anggaran pendapatan dan belanja sekolah untuk pembuatan fasilitas sekolah. Wali murid berharap agar keamanan sekolah lebih ditingkatkan dengan melarang pihak tak berkepentingan masuk ke lingkungan sekolah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. 
Pantauan Cendana News, pasca kejadian tersebut pengawasan penjual jajanan di sekolah tersebut semakin diperketat. Bahkan kini tak ada lagi pedagang keliling yang berjualan di halaman serta sekitar lingkungan sekolah. Terlihat hanya kantin yang berada di dalam lingkungan sekolah yang masih berjualan ditambah dengan pintu gerbang yang selalu dikunci untuk menghindari pedagang masuk ke lingkungan sekolah.
Kantin sekolah
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...