Warga Kunjir Kecam Maraknya Penebangan Hutan di Gunung Rajabasa

Pembalakan Liar_Henk Widi
LAMPUNG — Masyarakat Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Provinsi Lampung sudah sangat gerah dengan adanya aktifitas penerbangan hutan liar atau illegal logging yang terjadi di kawasan hutan lindung yang masuk dalam kawasan register 3 Gunung Rajabasa. Kegusaran warga tersebut terjadi sejak bulan Oktober hingga November yang belum mendapat respon dari instansi terkait.
Peristiwa kekecewaan masyarakat yang berujung pada  penangkapan pelaku perambahan hutan di kawasan Gunung Rajabasa bahkan  pernah pada Oktober  lalu saat warga masyarakat Kunjir menangkap 2 warga desa Way Muli Kecamatan Rajabasa sebagai pelaku perambah dan telah diserahkan ke petugas polisi hutan (Polhut). 
Selanjutnya masyarakat bersama Polhut Lampung Selatan juga mengamankan 1 orang warga Desa Merambung dalam kasus yang sama. Dan dari hasil pengembangan petugas Polhut Lamsel informasinya berhasil mengamankan sebanyak 6 orang, dengan rincian 5 orang warga Desa Way Muli 1 orang warga Merambung.
“Modusnya para tersangka menebang kayu di hutan menggunakan gergaji mesin dengan peredam suara sehingga tidak terdengar setelah itu mengolahnya dan mengambil kayu tersebut pada malam hari,”ungkap Halim kepada Cendana News, Minggu (29/11/2015).
Buntut dari peristiwa tersebut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung bersama warga masyarakat Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan akhirnya melakukan pengecekan kelokasi terjadinya illegal loging/pembalakan liar seluas 5 hektar di kawasan hutan register 3 Gunung Rajabasa Lamsel pada Minggu (29/11) untuk melihat lokasi yang telah dirambah oknum tak bertanggungjawab.
“Setelah kami bersama Walhi Lampung lakukan pengecekan kelokasi dimana diduga ada illegal loging itu benar adanya bahwa kurang lebih seluas 5 hektar di kawasan register 3 Gunung Rajabasa tepatnya di atas desa kami, kondisinya sudah gundul kayu-kayu besar dirobohkan dengan cara dibakar dan kini kondisi di lokasi siap ditanami palawija dan lain sebagainya, atas adanya fakta ini Walhi akan menindaklanjutinya,” ungkap Halim yang merupakan tokoh pemuda Desa Kunjir.
Puluhan warga bersama anggota Walhi yang naik ke lokasi perambahan hutan di kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa bahkan menemukan lokasi yang sudah gundul akibat ditebangi. Selanjutnya warga merobohkan gubuk gubuk serta tempat yang digunakan perambah hutan untuk melakukan aktifitas mereka.
Sebelumnya peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh warga dan diserahkan ke Polhut juga disayangkan masyarakat karena pihak Polhut melepas begitu saja oknum oknum yang diduga melakukan perambahan tanpa ada proses hukum para pelaku pembalakan liar itu, hanya karena dengan alasan tidak cukup bukti.
“Jujur  masyarakat Desa Kunjir sangat kecewa sekali dengan petugas. Mereka yang telah betul-betul merusak habitat hutan Gunung Rajabasa dan membahayakan warga masyarakat kedepannya, malah di lepas begitu saja,”ungkap Halim.
Ia beralasan kawasan Kunjir pada tahun sebelumnya merupakan daerah rawan longsor dan banjir bahkan di tahun 2013 belasan rumah diterjang banjir meskipun hujan turun tidak begitu lebat tapi akibat kawasan hutan Rajabasa hujan lebat mengakibatkan banjir kiriman menyapu rumah warga.
Halim mengkuatirkan dengan maraknya pembalakan liar dikuatirkan kejadian serupa  bila terjadi bahaya longsor yang akan terkena imbas langsung adalah warga di sekitar Desa Kunjir.
“Kami yang akan kena dampak bencana, yakni warga desa yang ada di bawah Gunung Rajabasa ini, kan petugas Polhut tahu hal itu, dan undang-undangnya pun sangat jelas. Atas kejadian itu masyarakat berprinsip kedepan, bila nanti ada yang tertangkap masyarakat tidak akan serahkan kembali ke Polhut,” terangnya.
Dikatakan, masyarakat menilai selama ini kinerja dinas kehutanan dan intansi lainnya sangat lemban, karena keluhan masyarakat prihal pembalakan liar/illegal loging tidak cepat direspon. 
“Masyarakat Desa Kunjir menilai instansi terkait lambat responnya  padahal di Desa Kunjir saat ini bila terjadi hujan sehari situasinya langsung terjadi banjir bandang dan disertai tanah longsor, kalau sudah begini siapa yang jadi korban otomatis masyarakat,” terangnya.
Halim berharap kepada intansi terkait lainnya dapat bersikap tegas dalam hal penindakan pelaku pembalakan hutan, jangan sampai masalah ini akan menjadi api dalam sekam dan berujung panjang. Karena hal ini sudah sering terjadi, lagi-lagi pelaku diamankan dan tidak berproses hukum. Harapan masyarakat yang kedua agar kedepan lokasi register 3 yang telah gundul agar dapat ditanami lagi karena kawasan tersebut menjadi penyangga desa desa di sekitar Rajabasa.
“Tolong berikan sanksi tegas kepada pelaku-pelaku agar mereka jera dan  tidak akan melakukan pembalakan lagi. Petugas  harus tegas  dan kami berharap lokasi yang gundul dapat direboisasi,” tegasnya.
Halim mengakui bahwa pihaknya dalam upaya mengusahakan perhatian pihak terkait, sudah melayangkan surat di 9 instansi pemerintah diantaranya ke Pj Bupati Lamsel, Ketua DPRD Lamsel, Kapolres Lamsel, Kejaksaan, Kodim, Pengadilan, Kehutanan Provinsi, Kehutanan Lamsel, Walhi Lampung.
Sementara, Hendrawan Direktur Eksekutif Walhi Lampung yang langsung meninjau lokasi mengatakan, pihaknya melakukan investigasi di lapangan atas dasar laporan surat warga masyarakat yang ditandatangani oleh Ketua BPD, LPM dan beberapa tokoh masyarakat Desa Kunjir bahwa ada pembalakan liar. Setelah dilakukan pengecekan benar adanya, dan atas adanya fakta-fakta ini pihaknya kedepan akan melakukan penyimpulan dan secepatnya melayangkan surat kepada intansi terkait guna untuk menindaklanjuti hal tersebut.
Selain itu juga Walhi akan mendesak instansi terkait dan aparat lainnya agar memproses seluruh kasus pembalakan liar tersebut hingga ke akar-akarnya. 
“Intinya kita mendesak aparat hukum bersikap tegas dalam memberikan sanksi hukum kepada oknum-oknum pembalakan liar di register 3 Gunung Rajabasa tersebut,” terangnya.
Ia juga mempertanyakan kinerja Polhut Lamsel memang karena sudah sering pelaku illegal loging lepas begitu saja dengan berbagai alasan. Beberapa alasan diantaranya  alat bukti tidak lengkap, bukti dan saksinya lemah, bahkan dengan alasan  pelakunya kabur, sedang dalam proses penyelidikan  dan lain sebagainya. 
Ia bahkan menegaskan saat ini masyarakat sekarang sudah tahu perihal penegakan hukum jangan sampai instansi pemerintah menyalahkan masyakarakat yang dianggap  tidak mendukung pemerintah padahal masyarakat benar-benar sudah berpartisipasi dalam membantu pemerintah dalam penangkapan pelaku ilegal loging/pembalakan liar.
Pantauan CDN sebelumnya sepanjang musim kemarau kawasan lereng Gunung Rajabasa mengalami beberapa kejadian kebakaran tanpa diketahui penyebabnya sehingga mengakibatkan hutan gundul. Sementara datangnya musim hujan dikuatirkan masyarakat akan timbul bencana banjir dan longsor akibat kawasan hutan yang gundul oleh aksi pembalakan liar.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto : Doc Warga Kunjir
Lihat juga...