Warga Protes Bau Menyengat yang Diduga dari Limbah Pabrik Tahu

Proses pemotongan tahu yang siap dijual
JAYAPURA — Limbah yang dihasilkan pabrik tahu sekitaran Kali Acai di Distrik Abepura, menuai protes kalangan penduduk sekitar pabrik tersebut. Limbah cair dan padat yang keluar menuju kali menimbulkan aroma tak sedap.
Ibu Nanda, salah satu warga kali acai mengeluhkan bau tak sedap setiap pabrik tahu tengah beroperasi, yang berada didekat rumahnya. Menurutnya, limbah tahu itu sangat mengganggu. 
“Baunya menyengat sekali, ini sudah pasti kami yang tinggal disekitar sini,” kata Nanda, Kamis (05/11/2015).
Ditempat terpisah, Ibu Fajrin salah satu warga sekitar pasar Youtefa mengaku bau tidak sedap akan terasa saat jam-jam tertentu, seperti pagi hari dan sore hari. Dirinya tidak mengetahui pasti apakah bau tersebut akibat dari limbah pabrik tahu atau bukan.
“Di Kali Acai ini, kalau ada angin, pagi hari tercium bau tidak enak sekali. Terus kalau sore juga seperti itu,” kata Ibu Fajrin.
Terkait hal itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jayapura, Ketty menampik limbah yang keluar dari pabrik tahu setempat telah melalui proses. Usaha pabrik itu telah membuat instalasi pembuangan limbah.
“Dua pabrik tahu di Kali Acai sudah mengolah limbah, karena itu ada protein. Mereka sudah membuat pengolahan limbah, karena kami tidak mungkin mengijinkan usaha mereka apabila tidak sesuai ambang batas yang aman,” tegas Ketty.
Sepanjang Kali Acai, menurutnya, yang paling dominan membuat kali tersebut tercemar, dan banyak limbah adalah limbah dari pemukiman penduduk. “Ada hasil sampel kualitas air yang telah kami uji, limbah terbanyak dikali acai itu limbah dari penduduk, bukan dari pelaku usaha, khususnya pabrik tahu,” ujarnya.
Menurutnya, apabila masyarakat sekitar mengeluh soal bau tak sedap, saran yang diberikan BLH, jangan membuang limbah rumah tangga sembarangan, terlebih ke Kali Acai yang bermuara ke teluk Youtefa, Kota Jayapura.
“Masyarakat sekitar harus tahu, tingkat kesadaran dunia usaha disekitar kali acai cukup tinggi lingkungan. Yang paling tinggi limbah domestik, bukan dunia usaha-usaha,” tegasnya.
  
Limbah tahu diketahui terdiri dua jenis yakni cair dan padat. Limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik sangat tinggi, sementara limbah padat dari pabrik tahu, pada umumnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
JURNALIS : INDRAYADI T. HATTA
Jurnalis Cendana News wilayah Papua. Bergabung dengan Cendana News bulan April 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis dan fotografer lepas untuk berbagai media cetak dan online dalam berbahasa Indonesia dan Inggris.
Akun twitter : @indrayadihatta
Lihat juga...