Warga Sepanjang Jalinsum Dipaksa Hirup Debu Tanah Tol

Sebuah kendaraan pengangkut tanah melewati salah satu jalan di Lampung
LAMPUNG — Warga di sepanjang Jalan Lintas Sumatera KM 1 hingga KM 2 Bakauheni terpaksa masih harus menerima kenyataan menghirup debu dari material tanah untuk penimbunan Jalan Tol Trans Sumatera(JTTS).  Puluhan kendaraan drum truk yang hilir mudik membawa tanah merah tanpa penutup terpal di bagian bak menyebabkan material tanah berhamburan keluar
Salah seorang warga Bakauheni, Teguh mengungkapkan, operasional mobil drum truk pengangkut material tanah yang beroperasi hingga malam hari mengakibatkan aktifitas masyarakat terganggu. Teguh yang memiliki seorang cucu berusia satu bulan mengaku sebagian rumahnya tak pernah bersih terutama bagian lantai sehingga harus selalu ditutup.
“Cucu saya masih bayi tapi setiap hari harus menerima kenyataan debu tanah timbunan tol yang diangkut oleh puluhan drum truk yang lewat di depan rumah,”ungkap Teguh sambi membersihkan debu di lantai rumahnya menggunakan sapu saat dikonfirmasi  Cendana News, Selasa (24/11/2015).
Keluhan Teguh dan warga yang tinggal di sepanjang Jalan Lintas Sumatera tersebut ditanggapi oleh pihak kontraktor pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera dengan melakukan penyiraman menggunakan truk berisi air. Namun penyiraman dilakukan di titik titik tertentu dan belum merata. Penyiraman juga bahkan menurut Teguh tidak membersihkan material tanah yang berhamburan di sepanjang jalan yang dilalui oleh kendaraan drum truk.
Teguh pun mengaku sudah menyampaikan ke bagian humas kontraktor pengerjaan jalan tol tersebut untuk membagikan masker serta kompensasi terkait kerugian masyarakat namun berbulan bulan lamanya tak pernah mendapat tanggapan bahkan terkesan diacuhkan.
“Berkali kali saya menelpon malah tak mendapat tanggapan,warga yang lain tak tahu harus melapor ke mana terkait dampak debu ini sehingga saya berinisiatif namun tetap tak ditanggapi,”keluh Teguh.
Sebelumnya juga ratusan warga di Dusun Kenyayan yang berada di area terdampak tol menyampaikan keluhan melalui pihak Desa Bakauheni.  Berdasarkan pengakuan Syahroni kepala desa setempat proposal pengajuan kompensasi debu tol sudah diajukan namun belum ada tanggapan. Beberapa warga bahkan terpaksa membeli masker untuk menghindari terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat debu beterbangan di rumah mereka.
Selain terkena dampak debu, puluhan kendaraan dum truk yang lalu lalang tersebut bahkan telah memakan korban. Satu kendaraan dum truk pekan lalu menabrak seorang pengendara kendaraan bermotor roda dua, warga Pegantungan desa Bakauheni hingga tewas.
Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto mengungkapkan telah mengamankan sopir dum truk yang menabrak warga Pegantungan Bakauheni hingga tewas. Ia mengungkapkan telah menghimbau agar kendaraan keluar masuk pembawa material tanah tol diatur oleh pengatur keluar kendaraan agar menghindari kecelakaan.
“Sudah kami amankan dan akan ditindak tegas karena telah mengakibatkan pengendara kendaraan bermotor meninggal dunia,”ungkap Mubiarto.
Puluhan kendaraan yang melintas di Jalinsum untuk mengambil tanah timbunan tol tersebut dari pantauan media CDN beroperasi dari jam 9:00 WIb pagi bahkan hingga pukul 23:00 WIB. Material tanah timbunan diambil dari bukit bukit di wilayah Way Baka, Siring Itik milik warga yang menjual tanahnya untuk timbunan lahan tol.  
Proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera telah mencapai panjang 2 kilometer meskipun masih dalam tahap penimbunan serta penggusuran lahan warga yang telah dibebaskan. Sementara untuk titik sepanjang satu kilometer berikutnya di kampung Cimalaya, Kelawi, Way Baka dan Bunut. Meskipun pihak  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya mengungkapkan proses ganti rugi lahan tol di titik sesudah Bakauheni akan secepatnya memasuki proses pembebasan.
Sebelumnya saat dikonfirmasi CDN, Syahrial Riza Pahlevi sebagai Koordinator Pengadaan Lahan Tol Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan, telah menyerahkan sebanyak sekitar 62 milyar bagi sebanyak 112 Kepala Keluarga untuk sekitar 150 bidang tanah dan bangunan. 
Penyemprotan tanah di badan jalan
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...