16 Hari, LAPPAN Kampanyekan Anti Kekerasan Perempuan di Maluku

Direktur Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Ambon, Baihajar Tualeka
AMBON — Kampanye anti kekerasan terus disuarakan berbagai elemen di idonesia termasuk di Maluku. Salah satunya, Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Ambon yang menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan selama 16 hari kedepan.
Direktur Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Ambon Baihajar Tualeka kepada wartawan di Ambon Senin (30/11/2015) menerangkan, kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Maluku dilakukan LAPPAN selama 16 hari bertujuan sekaligus upaya untuk menekan kekerasan terhadap perempuan.
“Selama 16 hari kampanye yang kita lakukan bertepatan dengan 25 November adalah Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Kemudian, pada 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia, tanggal 2 Desember Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan,” sambungnya.
Pda 3 Desember ditetapkan sebagai Hari Internasional bagi Penyandang Cacat, tanggal 5 Desember Hari Internasional bagi Sukarelawan, tanggal 6 Desember Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan dan 10 Desember Hari HAM Internasional.
Menurutnya, agenda yang telah diagendakan kampanye selama 16 hari itu sudah digelar mulai 25 November 2015 hingga 10 Desember 2015. 
“Sasaran kampanye di Kota Ambon, Kabupaten Buru dan Kabupaten Seram Bagian Barat,” ujarnya.
Baihajar Tualeka menjelaskan, rentang waktu yang dipilih tersebut, adalah agenda Nasional guna menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM. Selebihnya, kampanye ini juga bertujuan menyampaikan ke publik bukan hanya sekedar menekankan kekerasan terhadap perempuan tapi tindakan tersebut adalah bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia atau HAM.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Lihat juga...