4 Kereta Kuda Kencana Pakualaman Yogyakarta Diambil Paksa

Nyai Roro Kumenyar

YOGYAKARTA—Kawedanan Hageng Kasentanan Kadipaten Puro Pakualaman, mengambil paksa empat buah kereta kuda kencana kagungan ndalem Puro Pakualaman, Kamis (3/12/2015), sore ini. Pengambilan ini terkait rencana akan digelarnya upacara jumenengan atau pelantikan KBPH Prabu Suryodilogo sebagai KGPAA Paku Alam X. 
Empat kereta kuda kencana milik Puro Pakualaman dikeluarkan dari dalam museum, untuk disiapkan dalam rangka jumenengan PA X. Pihak Puro Pakualaman terpaksa mengeluarkan paksa empat kereta kuda kencana itu, karena surat permintaan mengeluarkan empat kereta kuda kencana itu sebelumnya tak disetujui oleh KPH Anglingkusumo, selaku Penghageng Bebadan Museum Puro Pakualaman. Sejumlah orang terpaksa membongkar gembok pintu museum menggunakan gurinda listrik. 
Mas Riyo Sestro Diryo
Mas Riyo Sestro Diryo, Staf  Urusan Kepanitraan  PA, menjelaskan, sejak pekan lalu pihaknya sudah meminta izin kepada KPH Anglingkusumo selaku Penghageng Bebadan Museum PA. Pada awalnya, kata Sestro, permintaan itu disetujui namun kemudian tidak dibolehkan lagi. Mediasi pun kemudian dilakukan, namun juga menemui jalan buntu. 
“Maka, hari ini terpaksa dikeluarkan dan ditempatkan di barat Pendopo PA untuk segera diperbaiki”. katanya.
Sestro menjelaskan, empat kereta kuda bergelar Kyai Brojonolo yang berwarna biru gelap, Kyai Manik Brojo warna biru tua, Kyai Manik Koemolo warna kuning, dan Nyai Roro Kumenyar warna hijau, terakhir diperbaiki pada tahun 1999. Ia menambahkan kondisi keempat kereta sekarang banyak mengalami kerusakan sehingga harus segera diperbaiki lagi. 
Kendati empat kereta kuda diambil paksa, namun tak terjadi keributan. Pihak PA pun keberatan jika dikatakan mengambil paksa, karena empat kereta tersebut milik Pakualaman. “Ini memang ada masalah intern keluarga, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan”, pungkas Sestro. 

Kamis, 3 Desember 2015/Jurnalis: Koko Triarko/Editor: Gani Khair/Foto: Koko Triarko
Lihat juga...