400 Personil Siap Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sikka

RABU, 23 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary
MAUMERE—Kepolisian Resort (Polres) Sikka akan mengerahkan 400 personil dalam mengamankan jalannnya perayaan Natal dan Tahun Baru di kabupaten Sikka.Dari jumlah tersebut, Polres Sikka mengerahkan 300 personil sementara sisanya ditambah dari Brimob Maumere, TNI AD dari KODIM 1603 Sikka, TNI AL dari Lanal Maumere serta Satpol PP kabupaten Sikka.Juga melibatkan PMI, SAR dan Tagana.



Hal ini disampaikan Kepala Bagian Operasional Polres Sikka AKP H. Muhamad Arif Sadikin, SH kepada Cendana News usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Turangga 2015 di Mapolres Sikka, Rabu (23/12/2015). Dikatakan Arif sapaan perwira ini,  pihaknya akan menempatkan aparat keamanan di gereja – gereja, pelabuhan laut, pelabuhan udara dan beberapa obyek vital serta di jalan raya yang mengalami kerawanan lalu lintas.
“Terkait sepeda motor yang berknalpot racing, kami sudah laksanakan operasi Pekat dan banyak yang sudah kami amankan saat Operasi Pekat sebelumnya.Kami juga meski sudah selesai oprasi Pekat masih melaksanaknn razia terhadap pemakaian petasan dan meriam bambu yang tentunya sangat menggangu kekhusukan ibadah selama Natal dan Tahun  Baru “ ujarnya.
Mengusung tema “ Kita tingkatkan sinergi Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 “, apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2015 di kabupaten Sikka berlangsung di halaman Mapolres Sikka, Rabu (23/12/2015) dengan dihadiri para perwakilan dari Brimob, TNI, Satpol PP, Tagana, SAR, PMI serta Satpol PP.
Disaksikan Cendana News, apel berlangsung pukul 08.30 wita dipimpin Wakapolres Sikka, Kompol Suprihatiyanto,SIK selaku inspektur apel dengan komandan apel Iptu Suyatni yang menjabat Kasat Samapta Polres Sikka.Apel dihadiri Bupati Sikka, Drs.Yoseph Ansar Rera, Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi.
Kapolri dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolres Sikka mengatakan, melalui pelaksanaan apel ini akan dilakukan pengecekan kesiapan akhir pelaksanaan operasi dari aspek personil, anggaran, sarana pra sarana, serta keterlibatan usnur terkait seperti TNI, Pemda dan mitra Kamtibnas lainnya dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun baru 2015.
Kapolri berharap, rencana pengamanan yang telah dipersiapkan dengan sunguh-sungguh dapat diimplementasikan pada tahap pelaksanaan operasi lilin 2015. Dengan demikian Polri sebutnya akan mampu memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga dapat menjalankan ibadah dan perayaan pergantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.
Lembaran tahun 2015 akan segera kita tinggalkan. Pada penghunjung tahun tegas Kapolri, kita akan dihadapkan pada kalender Kamtibnas yang patut menjadi atensi seluruh jajaran Polri yaitu erayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Hari Natal lanjutnya, diperingati umat Kristiani di seluruh dunia dengan melaksanakan kegiatan ibadah di gereja-gereja dan tempat perayaan natal bersama lainnya.Demikian juga dengan perayaan tahun bari. sudah menjadi budaya dan tardisi masyarakat di belahan dunia manapun dimana pergntian tahun selalu disambut dengan berbagai kegiatan yang bernuansa kegembiraan.
“Perayaan ini akan mengakibatkan terjadinya peningkatan aktifitas dan mobilitas masyarakat baik menjelang, pada saat, maupun sesudah Natal dan Tahun Baru. Peningkatan aktivitas tersebut akan terjadi di pusat keramaian. Hal ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibnas sehingga guna mengantisipasi ini Polri menggelar operasi Lilin 2015 sejak tanggal 24 Desember 2015 hingga 02 Januari 2016 “ sebut Kapolri dalam sambutannya.
Berdasarkan hasil evaluasi dan analisa beber Kapolri, gangguan Kamtibnas yang terjadi pada operasi Lilin 2014 mengalami penurunan sebesar 47,25 persen dari 1.915 kasus di tahun 2013 menjadi 1,246 kasus di tahun 2014. Angka kriminalitas menonjol juga sebutnya, mengalami penurunan dari 410 pada tahun 2013 menjadi 269 di tahun 2014. 
Selain itu papar Ka;olri, kejadian laka lantas juga mengalami penurunan  sebanyak 470 kasus atau 22,49 persen kejadian dimana dari 2.103 kejadian pada operasi lilin 2013 menjadi 1.632 kejadian pada 2014. Jumlah korban meninggal dunia juga kata Kapolri, mengalami penuruanan sebanyak 200 orang atau 37,7 persen dari 538 orang menjadi 338 orang.Kapolri memberi apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas penuruanan angka gangguan Kamtibnas dan kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Operasi lilin tahun lalu terbukti efektif dan memberikan hasil yang siginifikan.Keberhasilan ini tidak boleh membuat kita lengah dan cepat berpuas diri, pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa sehingga membuat kita under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat “ pinta Kapolri.
Lihat juga...