5000 Pasutri di Aceh Utara Tidak Punya Buku Nikah

RABU, 30 DESEMBER 2015
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH—Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) Aceh, menginisiasi pertemuan lintas sektor membahas perihal banyaknya pasangan tidak memiliki buku nikah. Pertemuan tersebut diadakan di Oproom Bappeda Aceh Utara, Aceh, Rabu (30/12/2015).

Rapat pertemuan lintas sektoral di Aceh Utara

Dalam pertemuan tersebut, terungkap sedikitnya ada sebanyak 5000 pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah. Rata-rata pasangan tersebut adalah pasangan yang menikah ketika masa konflik Aceh yang terjadi selama 30 tahun sebelum damai 2005 silam.
“Di Aceh Utara sendiri ada sedikitnya 5000 pasangan yang hingga saat ini tidak memiliki tidak memiliki administrasi apapun termasuk tidak ada buku nikah,” ujar Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli Idris, Rabu, 30 Desember 2015.
Zulkifli mengatakan jumlah tersebut merupakan pasangan yang menikah secara sah, ketika masa konflik terjadi. banyak pasangan yang tidak memiliki buku nikah dan sekarang ini perlu dibantu agar segera bisa dibuatkan buku nikah.
Namun, Zulkifli kecewa hingga sekarang Pemerintah Daerah (Pemda) masih belum juga menganggarkan anggaran untuk kebutuhan tersebut. 
“Kecewa belum dianggarkan oleh Pemda, sampai hari ini belum tahu. Namun inforimasinya tahun depan dianggarkan untuk 500 pasangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Mahkamah Syariah, Al Azhari, mengatakan, selama ini pihaknya kewalahan menangani sidang kasus rumah tangga dikarenakan kekurangan hakim, selama ini hanya 5 orang hakim. Tahun depan katanya, Mahkamah Syariah Aceh Utara mendapat tambahan 4 hakim baru.
“Menyidangkan kasus rumah tangga itu membuat lelah pikiran, mikir anaknya, belum lagi ada suami yang sudah 8 tahun meninggalkan istrinya karena menikah dengan wanita lain, tiba-tiba pas digugat cerai istri tuanya, dia bilang masih cinta,” ujar Al Azhari.
Pun begitu kata dia, dengan tambahan 4 orang hakim baru, tahun depan pihaknya siap menyidangkan isbat sebanyak 1000 pasangan yang tidak memiliki buku nikah karena menikah saat konflik. Namun kata dia, pasangan harus memiliki data akurat.
Lihat juga...