Ada Pohon Natal dari Botol Infus di RS Panti Nugroho Sleman Yogyakarta

RABU, 23 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Berbagai kreasi unik dilakukan untuk menyongsong sekaligus merayakan Natal. Salah satunya dengan membuat pohon natal dari barang bekas seperti yang Cendana News temui di Di RS Panti Nugroho (RSPN) Pakem, Sleman, DI. Yogyakarta. Sebanyak kurang lebih 500-an botol infus atau flabote disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai pohon natal setinggi dua meter. 


Pohon Natal dari botol infus itu dipajang di depan pintu masuk rumah sakit. Lalu, di sebalah pohon natal botol infuse itu juga dibuat pohon natal lagi yang berukuran lebih kecil yang dibuat dari sarung tangan yang digelembungkan. Pohon natal dari botol infus, semakin tampak menarik dengan Gua Bunda Maria yang ada di bagian bawahnya. Gua itu lengkap dengan boneka penggambaran kelahiran Yesus yang ditemani oleh Bunda Maria, Santo Yusuf dan sejumlah domba serta malaikat. Boneka penggambaran kelahiran Yesus itu dibuat dari masker.
Kasi Keperawatan RSPN  Suster Ros Isti CB menjelaskan, dibuatnya pohon natal dari botol infus itu tak sekedar ingin tampil unik dan berbeda. Namun, merupakan salah satu perwujudan pinsip dasar RSPN dalam hal pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan aman.  
Selama ini, katanya, pengelolaan sampah padat dan cair di RSPN sudah sesuai ketentuan lingkungan hidup, misalnya dengan re-use atau daur ulang, recycle atau menghancurkan. Dari semua itu, yang penting re-use tersebut tetap harus aman. 
“Jadi, botol infus ini sudah aman. Semua diseleksi. Botol yang dikhawatirkan infeksius tidak dipakai dan langsung dibuang sebagai sampah medis. Dan ini ditangani secara khusus agar aman”. jelasnya.
Suster Ros menambahkan, sejak 2012-2015 RSPN telah mendapatkan penghargaan Proper Biru, yang berarti sudah taat pada aturan penanganan sampah ramah lingkungan. Dengan demikian, setiap sampah dari RSPM dibuang dengan bekerjasama dengan pengelola sampah yang sudah bersertifikat aman dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Koordinator pembuat pohon natal dari botol infuse, Budi Purwanto, menjelaskan, Proper Biru tidak hanya taat pada pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, namun juga B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun dan pengelolaan kualitas udara. Berkait pembuatan pohon natal dari botol infus, Budi mengatakan, jika semua botol infus itu sebelumnya sudah didisinfsktan untuk membunuh kuman dan bakteri. Karena itu, dalam pembuatannya juga melibatkan Tim Pengendali Pencegahan Infeksi dan Tim Rumah Tangga.
Dengan 8 orang anggota tim, pohon natal botol infus dibuat dalam waktu seminggu. Lamanya waktu ini, kata Budi, karena setiap botol bekas infus  itu harus disterilkan terlebih dahulu. Selain itu, juga dibuat rangka dar besi.
“Rencananya, pohon natal itu akan dipasang hingga dua minggu pasca Natal nanti”, katanya.
Selain pohon natal botol infus, sejumlah Gua Bunda Maria juga dibuat di sejumkah ruang unit RSPN dan dilombakan. 
“Kegiatan ini sudah setiap tahun dilakukan, untuk merayakam natal”, kata Suster Ros, sembari menyampaikan pesan natal tahun ini semoga RSPN bisa bersama-sama sebagai keluarga Allah untuk membantu pasien. 
Lihat juga...