Angin Kencang Landa Larantuka, Nelayan Takut Melaut

SABTU, 26 DESEMBER 2015 
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ebed De Rosary

LARANTUKA—Angin kencang disertai hujan melanda kota Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Kamis (24/12/2015). Akibat angin kencang puluhan pohon tumbang dan menutupi jalan.


Petrus Koten seorang warga kota Larantuka yang ditemui Cendana News, Jumat (25/12/2015) mengatakan, dirinya kaget ketika angin mulai berhembus kencang sejak Kamis ( 24/12/2015 ) sore. Bahkan menurut Petrus, angin kencang yang melanda saat ini biasanya terjadi di akhir bulan Januari maupun selama bulan Februari kini datangnya lebih awal.
“Kami kaget biasanya angin datang akhir Januari kok ini pas mau Natal ada angin kencang. Saya tanya teman di kota terdekat seperti Maumere mereka tidak mengalami hal ini “ ujar Petrus.
Petrus menambahkan, akibat angin kencang pohon-pohon di sepanjang jalan tumbang dan menutupi jalan. Angin kencang juga disertai hujan lebat sejak Kamis (24/12/2015) malam dan sampai hari raya Natal (25/12/2015) angin kencang tetap bertiup.Bahkan selepas Natal pun angin kencang tetap berhembus diserati hujan yang datang biasanya menjelang sore hari.
“Banyak pohon tumbang sehingga listrik sering padam.Kadang dalam sehari bisa sepuluh kali terjadi pemadaman listrik. Kami selalu cabut colokan takut alat-alat elektronik kami rusak “ tuturnya.
Jamaludin Umar seorang nelayan yang ditemui di dermaga TPI (Tempat Pelelangan Ikan) di kelurahan Amagarapati kota Larantuka, Sabtu (26/12/2015)  menyebutkan, akibat adanya angin kencang, dirinya bersama nelayan lainnya terpaksa berhenti melaut selama tiga hari ini.Tinggi gelombang laut ungkap Jamal sapaan akrabnya, mencapai dua hingga tiga meter sehingga dirinya yang menggunakan perahu bermotor tempel ukuran panjang 4 meter tak berani melaut.
“Kami takut melaut apalagi kalau harus ke laut lepas. Kalau air laut agak tenang saat pagi baru kami mencoba melaut tapi jaraknya paling 3 jam perjalanan dari dermaga.Kalau sudah siang biasanya angin kencang sudah berhembus dan gelombang pasti tinggi “ sebut Jamal.
Ditambahkan Jamal, dirinya bersama nelayan lainnya yang memakai perahu berukuran kecil lebih memilih memarkir perahu mereka di dermaga sambil menunggu cuaca bersahabat. Yang masih melaut, biasanya kapal-kapal penangkap ikan Cakalang dan Tuna bebobot mati 20 ton ke atas.
Cendana News yang berada di kota Larantuka sejak Rabu (24/12/2015) hingga Sabtu (26/12/2015) menyaksikan, banyak pepohonan yang tumbang sepanjang jalur di kota Larantuka. Di kelurahan Sarotari ada dua pohon tumbang dan sempat membuat pengendara berbalik arah mencari jalur lain.
Arah barat kota Larantuka sejauh sekitar 6 kilometer ditemukan puluhan pohon pisang tumbang dan berserakan di badan jalan. Juga terdapat satu dua pohon kelapa di kebun warga yang persisi berada di samping jalan negara Trans Flores yang tumbang tetapi tidak mengenai badan jalan.
Lihat juga...