Angka Kematian Ibu Melahirkan Meningkat, PMI DIY Gelar Aksi Donor Darah

MINGGU, 27 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Sekitar 200 warga Yogyakarta, mendonorkan darah dalam gelar kegiatan sosial di Taman Pintar Kota Yogyakarta, Minggu (27/12/2015). Aksi donor darah digelar sebagai keprihatinan terhadap masih tingginya angka kematian ibu melahirkan akibat pendarahan, yang saat ini di Ygoyakarta menunjukkan kecenderungan meningkat.


Memanfaatkan momentum liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru), Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DI Yogyakarta menggelar aksi donor darah di Gedung Kotak Taman Pintar Yogyakarta. Penggalangan darah diadakan sebagai upaya menarik jumlah pendonor, karena di saat liburan ini wisatawan Taman Pintar naik   dua kali lipat dibanding hari biasa. Diharapkan, para pengunjung juga menyempatkan diri untuk berdonor.
Ketua PMI DIY,  Hery Zudianto, ditemui disela pelaksanaan donor darah mengatakan, aksi donor darah kali ini lebih ditujukan sebagai kepedulian terhadap masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di wilayah Yogyakarta. Namun demikian  tentu saja, donor darah ini juga ditujukan untuk kebutuhan masyarakat umum. Kendati selama ini kebutuhan darah di PMI untuk Yogyakarta sudah memcukupi, bahkan juga mampu mensuplai provinsi lain, kata Hery, namun kebutuhan akan darah selalu meningkat seiring jumlah penduduk dan tingkat kerawanan kecelakaan. Sementara itu, selama dalam satu tahun PMI DIY mampu menyediakan darah sebanyak 60.000 kantong. Dari  jumlah tersebut, selama ini sudah mencukupi, kendati jika merujuk pada jumlah ideal masih kurang sebanyak 10.000 kantong.
Aksi donor darah di Taman Pintar mengusung tema Tetesan Cinta untuk Kehidupan, ditujukan untuk mengenang jasa kaum ibu dalam merawat kehidupan. Donor darah juga diadakan untuk memperingati Hari Ibu dan bekerjasama dengan PT SGM dan Taman Pintar, sebagai rangkaian peringatan ulang tahun ke-61 PT SGM dan ulang tahun ke-7 Taman Pintar. Acara tersebut juga didukung oleh Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kesejahteraan Sosial, yaitu lembaga kepedulian sosial yang berfungsi sebagai mediator bagi berbagai pihak dalam melaksanakan berbagai program peduli sosial. Hadir dalam acara itu, Direktur PT. SGM, Rahmat Suhappy, Ketua Forum CSR dan Kessos DIY  Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, dan Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar, Yunianto Dwisutomo.
Dalam sambutannya, GKR Mangkubumi mengatakan, darah menjadi kebutuhan utama bagi ibu saat melahirkan, dan saat ini ada kecenderungan angka kematian ibu melahirkan di Yogyakarta tahun 2014-2015 meningkat. Karenanya, donor darah menjadi hal yang penting dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan akan darah di saat diperlukan. Gusti Mangkubumi juga menjelaskan, Forum CSR dan Kessos adalah sebuah lembaga dibawah Dinas Sosial dan Kementerian Sosial, yang selalu berupaya menyosialisasikan tentang kepedulian sosial di kalangan dunia usaha, agar mereka juga peduli terhadap masalah sosial seperti ketelantaran, masyarakat berkebutuhan khusus, pendidikan dan juga donor darah.
GKR. Mangkubumi, Rahmat Suhappy dan Hery Zudianto
Sementara itu, Direktur PT SGM, Rahmat Suhappy, mengatakan, acara donor darah tersebut sesuai misi dan visi Sarihusada (PT. SGM -red),  dibidang kesehatan ibu dan anak, terutama dalam hal pemenuhan darah bagi ibu melahirkan. Sedangkan, Kepala Kantor Pengelola Raman Pintar, Rahmat Dwisutomo mengatakan, digelarnya donor darah di Taman Pintar merupakan terobosan, agar pengunjung Taman Pintar ini juga tergerak untuk mendonorkan darah, juga sebagai bentuk pembelajaran kepada anak-anak tentang kepedulian sosial. 
Dengan kenaikan jumlah pengunjung di musim liburan ini, katanya, diharaolan donor darah kali ini bisa mencapai jumlah pendonor yang ditargetkan, yaitu sebanyak 250 orang. 
“Jumlah itu diharapkan tercapai, karena saat ini jumlah pengunjung Taman Pintar meningkat dari 2.000-3.000 pengunjung di hari biasa, menjadi 7.000-10.000 pengunjung di musim liburan ini”, pungkasnya. 
Lihat juga...