Antisipasi Ancaman di Wilayah Perbatasan, TNI AL Siagakan 14 KRI


MANADO — Untuk mengantisipasi masuknya terorisme melalui wilayah perbatasan Indonesia terutama di kawasan timur, lebih khusus di Sulawesi Utara (Sulut), TNI AL akan menurunkan 14 Kapal Perang (KRI) untuk menjaga kedaulatan laut, terutama menjelang akhir tahun 2015. Hal ini ditegaskan Komandan Pangakalan Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, kepada Cendana News pada Senin (07/12/2015) usai mengikuti hari Armada RI di kawasan mega mas Manado.
Menurut Danlamal VIII Manado Manahan Simorangkir, khusus untuk pengawalan dan oprasi khusus di wilayah rawan pelanggaran hukum dan kedaulatan, TNI AL tetap pada komitmen untuk melaksanakan hal tersebut sesuai dengan oprasi militer khusus untuk perang maupun oprasi lainnya, terutama untuk meneggakkan hukum di wilayah laut Indonesia.
“Khusus untuk di wilayah oprasi Ambalat kita menurunkan 7 hingga 14 kapal KRI, dan untuk di wilayah Sulut ada 5 KRI yang terus beroprasi di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Selain itu Simorangkir juga menegaskan, jelang akhir tahun pihaknya juga terus mengawasi masuknya aksi terorisme dan penyelundupan senjata api yang melalui jalur perbatasan, terutama di Wilayah Sulut dan Filipina karena Negara Indonesia Khsusunya Sulut berdekatan dengan Mindanau yang selalu menjadi perhatian Pemerintah terutama aksi terorisme untuk penyelendupan senjata api melalui jalur laut.
“Kita terus memantau wilayah perbatasan, selain menempatkan pasukan khusus di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, terutama di pulau Miangas dan Marore yang berdekatan dengan Negara Filipina,” tegasnya.
SENIN, 07 Desember / Jurnalis : Ishak Kusrant / Foto: Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...