Antisipasi KAI Hadapi Musim Hujan di Kawasan Lumpur Lapindo

Selasa, 15 Desember 2015 / Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair



SURABAYA—PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengaktifkan perasonik selama 24 jam penuh, guna mengantisipasi jika dimusim hujan ini sewaktu-wakti lumpur Lapindo meluber ke rel kereta api. Hal tersebut tentu membahayakan keselamatan para penumpang kereta api.
Asisten Manager Humas PT. KAI Daop 8, Luqman Arif menerangkan pihaknya bekerja sama dengan BPLS serta menyiagakan personil di tempat rawan bencana alam.
“Jika sewaktu-waktu terjadi genangan yang mengganggu jalannya KA, maka kita berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), kita meminta BPLS meminta mengaktifkan pompa untuk menyedot air,” jelasnya.
Jika dirasa belum cukup tingkat antisipasi bencana tersebut, PT. KAI akan kembali mengaktifkan Stasiun Tarik Sidoarjo agar bisa digunakan untuk pemberhentian di jalur memutar.
“Jika segala upaya yang dilakukan tidak membantu, maka alternatif terakhir lewat utara dengan cara memutar track, yaitu Mojokerto-Jombang-Kediri-Blitar-Malang-Banyuwangi, serta akan mengaktifkan Stasiun Tarik Sidoarjo,” terangnya.
Selain dilakukan antisipasi di kawasan lumpur Lapindo Porong, Sidoarjo. PT. KAI Daop 8 Surabaya juga mengantisipasi jalur rawan longsor dan banjir.
“Dari pemetaan yang dilakukan ada 16 jalur rawan banjir dan longsor yang meliputi di Stasiun Sumberrejo – Stasiun Kapas dengan kerawanan banjir dan ambles, kemudian Stasiun Bowerno – Stasiun Sumberrejo yang memiliki kerawanan jalur Ambles,” ucapnya.
Selain itu, Stasiun Babat-Stasiun Bowerno, Stasiun Benowo-Stasiun Cerme, Stasiun Mojokerto-Stasiun Curahmalang Stasiun Blitar – Stasiun Rejotangan juga memiliki kerawanan banjir.
Ditambah lagi kawasan Stasiun Garum – Stasiun Blitar yang rawan longsor dan banjir, Stasiun Talu-Stasiun Garum rawan longsor dan banjir, Stasiun Wlingi-Stasiun Talun rawan adanya longsor dan banjir, Stasiun Pohgajih-Stasiun Kesamben.
Kemudian Stasiun Kesamben – Stasiun Wlingi yang rawan banjir, Stasiun Sumberpucung – Stasiun Pohgajih yang rawan longsor, Stasiun Kepanjen – Stasiun Ngebruk rawan longsor dan banjir, Stasiun Malang – Stasiun Malang Kota Lama rawan banjir, serta Stasiun Porong – Stasiun Bangil rawan banjir, dan Stasiun Tanggulangin – Stasiun Porong yang rawan adanya lumpur Lapindo serta banjir.
“Berbagai antisipasi dimusim hujan dilakukan agar keselamatan dan kenyamanan para penumpang tetap nomor satu,” tutupnya.
Sumber foto : Charolin Pebrianti
Lihat juga...