Awas, Kejahatan Penipuan Cenderung Meningkat di Tahun 2016

RABU, 30 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Sebagai bentuk pertanggung-jawaban kinerja POLRI di wilayah hukum DI Yogyakarta, Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini Rabu (30/12/2015), melansir hasil perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2015. Terungkap dalam rilis akhir tahunnya, jumlah tindak kejahatan di wilayah hukum Polda DIY di tahun 2015 ini meningkat sebanyak 16,55 Persen dibanding tahun 2014.



Kapolda DIY, Brigjen Pol Erwin Triwanto, dalam gelar pertemuan dengan awak media di Gedung Serba Guna Mapolda DIY mengatakan, secara umum perkembangan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda DIY sampai akhir tahun 2015, meliputi kejahatan konvensional, trans-nasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, kasus yang berimplikasi kepada kontijensi maupun kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas, pada dasarnya masih terkendali dan kondusif. 
Namun demikian, katanya, secara kuantitas masih ada sejumlah kasus yang mengalami peningkatan dan masih adanya permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan dan jika tidak diantisipasi bisa mengganggu ketenteraman masyarakat.
Diungkapkannya, secara keseluruhan jumlah tindak kejahatan tahun ini meningkat menjadi sebanyak 6.619 kasus dibanding tahun 2014 yang hanya sebanyak 5.679 kasus. Jumlah ini meningkat 940 kasus atau sebanyak 16,55 Persen. Namun demikian, peningkatan jumlah kasus kejahatan itu juga diimbangi dengan meningkatnya jumlah penyelesaian kasus oleh Polda DIY, dari sebanyak 2.776 di tahun 2014 menjadi 3.061 kasus yang terselesaikan.
Erwin merinci, dari sekian kasus kejahatan yang berdampak langsung terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjadi sepanjang tahun ini, beberapa kasus yang acapkali menjadi sorotan publik seperti penyalah-gunaan narkoba, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pemerasan disertai ancaman menjadi jenis kejahatan yang menyumbang cukup besar terhadap meningkatnya jumlah kejahatan sepanjang tahun ini. Dikatakan, jumlah kasus penganiayaan berat meningkat dari 41 kasus di tahun 2014 menjadi 55 kasus di tahun 2015. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) meningkat dari 671 kasus di tahun 2014 menjadi 710 kasus di tahun 2015. Kasus pencurian dengan kekerasan meningkat dari 199 menjadi 221 kasus di tahun 2015. Kasus pemerasan disertai pengancaman meningkat dari 46 kasus menjadi 67 kasus di tahun 2015. Sedangkan, kasus narkoba meningkat dari 339 di tahun 2014 menjadi 403 kasus di tahun 2015. 
Selain sejumlah kasus tindak kejahatan yang meningkat, Polda DIY juga mencatat adanya penurunan jumlah kasus kejahatan di tahun 2015 ini. Beberapa kasus yang mengalami penurunan di tahun ini antara lain adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di tahun 2014 ada sebanyak 151 kasus menjadi 124 kasus di tahun  2015. Juga kasus pembunuhan yang di tahun 2014 terdapat 9 kasus menjadi 7 kasus pembunuhan di tahun ini. 
Sedangkan, kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang di tahun 2014 ada 564 kasus menjadi 512 kasus di tahun 2015. Sementara itu, jumlah kasus perkosaan tak mengalami peningkatan maupun penurunan alias tetap, yaitu sebanyak 21 kasus di tahun 2014 dan 2015 ini.
Sementara itu, dari 11 peringkat besar kasus kriminalitas di wilayah hukum Polda DIY, kasus penipuan dan atau perbuatan curang menduduki peringkat pertama. Artinya, kasus penipuan cukup mendominasi di tahun 2015 ini. Disusul kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor, penggelapan atau fudisia, aniaya ringan, narkoba, pencurian dengan kekerasan, pengeroyokan, KDRT dan perjudian.
Selain mendata sejumlah kasus berdasarkan jumlah dan kualitasnya, Polda DIY juga memetakan daerah rawan di wilayah hukumnya berdasarkan banyaknya kasus di wilayah masing-masing, yaitu di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Berdasarkan banyaknya kasus, maka peringkat kerawanan daerah di wilayah hukum Polda DIY pada tahun 2015 ini, pertama adalah Kabupaten Sleman dengan jumlah kasus 2.063, kemudian disusul Kota Yogyakarta dengan jumlah kasus 1.771, Kabupaten Bantul dengan jumlah kasus 893, Kabupaten Kulonprogo dengan jumlah kasus 429 dan Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah kasus 343.
Namun demikian, Erwin mengingatkan, jika data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan angka kriminalitas yang sesungguhnya terjadi di masyarakat. Dengan kata lain, meningkatnya jumlah tindak kejahatan di wilayah hukumnya berdasarkan data tersebut, juga dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat untuk melapor. Semakin banyak masyarakat yang mau melaporkan tindak kriminalitas, maka juga akan semakin banyak pula kasus yang terdata dan yang bisa diselesaikan.
Di bidang lalu-lintas, Direktoriat Lalu Lintas Polda DIY mencatat ada kenaikan signifikan kejadian kecelakaan lalu lintas, yaitu dari 3.199 kejadian dengan korban meninggal sebanyak 290 orang di tahun 2014 menjadi 3.922 kejadian di tahun 2015 dengan korban meninggal sebanyak 352 orang. Jumlah pelanggaran lalu lintas juga meningkat, dari 70.472 pelanggaran di tahun 2014 menjadi 88.023 pelanggaran di tahun 2015. Dari sekian kecelakaan yang terjadi, sebanyak 25 Persen melibatkan sepeda motor. Sedangkan, penyebab tingginya kecelakaan itu, menurut Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Tulus Iklhas Pamoji, paling banyak disebabkan oleh perilaku pengendara yang melawan arus, berkecepatan tinggi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas, terbanyak adalah kendaraan tanpa plat nomor dan tidak lengkapnya surat-surat kendaraan bermotor.
Sementara itu jumlah pelanggaran indispliner dan pidana yang dilakukan oleh petugas di lingkungan Polda DIY dan jajarannya, pada tahun 2015 ini didominasi oleh petugas berpangkat bintara. Pelanggaran yang dilakukan meliputi pelanggaran disiplin sebanyak 51 orang, pelanggaran pidana anggota sebanyak 24 orang dan pelanggaran kode etik profesi Polri sebanyak 24 orang.
Dengan berbagai kekurangan dan beragam permasalahan yang masih harus diselesaikan, Polda DIY beserta jajaran sepanjang tahun ini setidaknya juga memiliki sejumlah prestasi. Di antranya, Polda DIY meraih Predikat Terbaik II dalam penilaian akuntabilitas kinerja tahun 2015 dari Mabes POLRI. Penghargaan Peringkat I dari Kementerian Keuangan dalam rangka penilaian kinerja penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan masih banyak lagi. 
Lihat juga...