Bebek Goreng Pak eRTe Balikpapan, Ide Kreatif Mantan Ketua RT

Warung Bebek Pak eRTe di Kawasan Gunung Guntur Kota Balikpapan

BALIKPAPAN — Warga Balikpapan penyuka bebek goreng khas Solo tak perlu jauh-jah datang ke daerah asalnya. Karena di Balikpapan juga ada kuliner bebek goreng warung Bebek Pak eRTe yang ada di kawasan Gunung Guntur kota Balikpapan. 

Arief Sarifudin pemilik warung Pak eRTe ini memulai usaha sejak tahun 2010 lalu dengan menu andalan bebek goreng. Bisnis kulinernya ini mulai digelutinya setelah jatuh bangun membuka bisnis penyewaan mobil. 
Sebelumnya Arief bekerja sebagai karyawan salah satu hotel ternama di kota Balikpapan lebih dari 10 tahun. Kemudian, Ia melihat ada peluang bisnis penyewaan mobil karena melihat tamu hotel yang banyak membutuhkan kendaraan untuk keliling kota.

“Saya pilih bisnis penyewaan mobil. karena tamu hotel tempat saya bekerja cukup banyak dan banyak memerlukan kendaraan untuk keliling kota,” katanya saat dijumpai di Warungnya, Minggu (13/12/2015).

Pemilik warung, Arief Sarifudin

Peluang itu langsung ditangkap dengan menjalin mitra kepada para pemilik kendaraan yang disewakan.

“Saya sebar kartu nama. Harapannya siapa pun yang ingin menyewakan mobilnya bisa menghubungi saya,” ulasnya.

Seiring berjalannya waktu permintaanpun melesat diiringi dengan tingginya tingkat hunian kamar hotel (okupansi). Akhirnya ayah 1 putra ini tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan memutuskan serius menekuni bisnis sampingannya. Tepat tahun 2000 ia keluar dari hotel dan langsung beli beberapa unit kendaraan. 
Saat bisnisnya semakin maju, badaipun menerpa. Sejumlah unit dibawa kabur. Ada yang berhasil ditemukan ada juga yang melayang tanpa kabar.

“Waktu itu ada yang ngabari mobil saya ada di Banjarmasin dengan kondisi yang sudah berubah 100 persen, waktu ditunjukkan saya enggak boleh dekat karena dalam pengawasan polisi, bahkan sopir yang biasa bawa juga gak kenal lagi dengan mobil itu,” kenangnya. 

Dengan berbagai resiko pada bisnis rental mobilnya, Iapun mulai berpikir untuk beralih profesi dengan bisnis kuliner. Dan akan terus mencoba peruntungan mengembangkan usaha.

“Kebetulan saya orang Solo, di sana banyak makanan yang bisa diadopsi untuk dijual di sini, pukau pria kelahiran Solo.

Pengalaman menjadi ketua RT ditempat tinggalnya dahulu diramunya menjadi nama dagang bisnis. Dan lahirlah warung bebek goreng kenamaan Pak eRTe tepat tahun 2010. 
Berbisnis kuliner bebek goreng juga tidak semudah yang diperkirakan. Karena Ia juga harus belajar bagaimana menyajikan bebek yang empuk dan tidak hancur serta enak disajikan untuk pelanggan.

“Ada banyak hal yang perlu disesuaikan. Apalagi menyangkut cita rasa sudah barang tentu ada standarisasi yang harus diterapkan demi menjaga mutu,” tandasnya.

Warung bebek gorengnya memiliki sesuatu yang berbeda seperti harga yang dibandrol juga super terjangkau, selain kualitas rasa yang menggoda selera. “Pengunjung membeludak menandakan seperti apa kesiapan. Waktu itu saya menganggap belum siap karena banyak konsumen tidak langsung terlayani mengingat terbatasnya SDM,” terang Arif.

Menurutnya, dengam pengalaman menerima pelanggan yang banyak dan masih belum terlayani pelanggan yang datang menjadi tantangan untuk selalu memperbaikinya.
Berjalannya waktu bisnis kulinernya semakin berkembang dan pengunjung juga berdatangan untuk makan bebek goreng buatannya. Akhirnya Arief memutuskan menambahkan karyawan agar pelanggan puas dengan pelayanan dan kualitas rasa menu andalan warungnya.
Berhasil menembus pasar dengan merek dagang yang diciptakannya, Iapun mencoba membuka cabang warung bebek gorengnya di kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur, dan Palembang. Bahkan rencananya juga akan buka di Palu.
Arif menambahkan di Balikpapan juga banyak kompetitor untuk bebek goreng namun tidak mengurangi semangatnya untuk terus ekspansi dan menambah cabang bisnis kulinernya. Karena ia menilai kompetitor sebagai pelengkap dan yang terpenting baginya selalu menjaga kualitas rasa agar pelanggan tetap penasaran dengan bebek goreng Pak eRTe.

Minggu, 13 Desember 2015/Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Gani Khair/Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...