Berikut 5 Syarat dan Manfaat Donor Darah

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Donor darah bagi sebagian masyarakat bisa menjadi momok yang menakutkan. Terkadang mereka berfikir jika darah didonorkan, maka dirinya akan kekurangan darah dan meninggal. Tentulah hal tersebut tidak benar. Dibalik aksi mendonorkan darah ternyata terdapat beberapa manfaat yang harus kita ketahui.


Kasi Humas dan rekruitmen PMI (Palang Merah Indonesia) Surabaya, Agung Trijutanto menjelaskan sedikitnya ada 5 manfaat donor darah. Pertama, tubuh menjadi segar dan nyaman. Kedua, bisa menambah nafsu makan. Ketiga, regenerasi darah terjadi sehingga darah yang lama bisa digantikan dengan darah yang baru. Keempat, bisa mengetahui deteksi penyakit berbahaya seperti HIV, Hepatiti B dan C, dan Sifilis.
“Dan yang kelima, bisa beramal dengan cara berbuat baik, memberi darah kita untuk orang yang membutuhkan,” ujarnya kepada Cendana News di Kantor PMI Jalan Embong Ploso, Surabaya, Sabtu (26/12/2015).
Agung menambahkan, cek kesehatan darah per masing-masing item membutuhkan biaya hingga Rp 500 ribu. Contohnya saja untuk test HIV, calon pasien dibebankan biaya pemeriksaan sebesar Rp 500 ribu. Jika ingin cek kesehatan penyakit lain tentunya akan menambah biaya lagi.

“Kalau di PMI kan gratis. Istilahnya, donor darah sekaligus cek kesehatan gratis,” terangnya.
Sehabis donor darah, jika dalam jangka waktu tertentu pendonor tidak dipanggil oleh PMI, maka bisa dipastikan pendonor tersebut sehat, bebas dari penyakit HIV, Hepatitis B dan C, dan Sifilis.

Namun, pernah dalam beberapa kasus, dijumpai pendonor yang menderita penyakit hepatitis B. Alhasil, darah tersebut tidak bisa disalurkan, kemudian langsung dimusnahkan oleh pihak PMI. Dan si pendonor mendapat pemberitahuan dari PMI, kalau dirinya menderita hepatitis B.

Sebelum melakukan donor darah, ada beberapa syarat pendonor yang harus dipenuhi. Pertama, harus berusia minimal 17 tahun. Kedua, berat badan pendonor harus lebih dari 46 kg. Ketiga, harus berbadan sehat, artinya sedang tidak sakit dan tidak mengonsumsi obat untuk penyembuhan, kecuali vitamin dan obat darah tinggi. Keempat, jika wanita tidak boleh saat menstruasi, menyusui dan hamil.
“Dan kelima harus sering kontrol ke PMI, untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien secara berkala,” tegasnya.
Lihat juga...