Bermula dari Tukang Tambal Ban Kini Menjadi Penggerak Iptek di Pedesaan

Kamis, 17 Desember 2015 / Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Gani Khair

Sugeng Hariyono

LAMPUNG—Keprihatinan akan masih tertinggalnya anak-anak usai sekolah di pedesaan, khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) mendorong berdirinya kegiatan “Galang Belajar”.
Adalah Sugeng Hariyono (32) yang awalnya sebagai pegiat literasi dengan menjadi pustakawan dengan kendaraan roda dua yang diberi nama Motor Pustaka ia sering berkeliling dari desa ke desa. Ketertinggalan yang ia lihat ketika ia mengelilingi berbagai desa, mendorong munculnya ide berdirinya Galang Belajar.
Saat melakukan aktifitas membawa buku-buku bacaan bagi warga di Desa Lebungnala, Desa Kemukus serta desa desa lain ia seringkali melihat banyak anak usia sekolah yang belum menguasai tekhnologi komputer meski sudah mengenyam pendidikan di sekolah. Selain itu ia melihat banyak pemuda di pedesaan banyak merantau ke kota dan enggan membangun desanya dari keahlian yang bisa diperoleh tanpa harus merantau
Sugeng bersama anak-anak didiknya
Bahkan, bagi anak-anak di pedesaan maupun orang dewasa, komputer masih merupakan barang mewah bahkan jika membicarakan komputer jinjing (laptop), beberapa warga menganggap pendidikan komputer harus diperoleh dengan cara kursus dan orang yang mahir dalam bidang komputer harus mendapatkan sertifikat dari lembaga kursus komputer. Sementara siswa yang belajar di sekolah hanya memperoleh nilai dan mendapatkan pelajaran komputer dalam waktu terbatas.
“Saya kemudian memiliki ide untuk membentuk kelompok Galang Belajar yang secara khusus merupakan kelas bagi anak-anak di pedesaan untuk bisa belajar komputer secara gratis,” ujar Sugeng Hariyono saat berbincang dengan Cendana News Kamis (16/12/2015).
Media pembelajaran atau kursus komputer yang diberi nama Galang Belajar dibentuk oleh Sugeng sekitar bulan Juli 2015 dengan segala keterbatasan. Bermodalkan kedekatan dengan para pemuka desa yang memiliki peralatan komputer serta beberapa keluarga yang memiliki komputer, Sugeng memberanikan diri untuk meminjam komputer jinjing tersebut. Awalnya tiga komputer jinjing ia peroleh dan berbekal keahliannya dalam komputer ia pun mulai mengajak anak usia sekolah yang berminat belajar komputer lebih lanjut.
“Kegiatan belajar dilakukan pada sore hari setelah pekerjaan membantu orangtua selesai hingga malam hari, awalnya hanya diikuti beberapa anak lama kelamaan banyak yang berminat,”kenang Sugeng yang merupakan pemuda asal Ponorogo, Jawa Timur dan merantau ke Lampung sebagai tukang tambal ban.
Penghasilan sebagai tukang tambal ban di Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang yang hanya mendapat uang sekitar 20 ribu perhari tak menyurutkan niatnya untuk menularkan ilmu positif bagi anak-anak di pedesaan.
Lelaki yang masih membujang ini menerangkan, sketsa umum tentang metode pelatihan kursus komputer gratis di Galang Belajar yang digagasnya memiliki kegiatan utama membimbing dan melatih orang-orang yang ingin memperdalam mengenai ilmu komputer dan multimedia.
Agar operasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memuaskan, maka pelatihan dilakukan dengan banyak metode. Salah satunya metode tangkap praktek. Yaitu metode dimana setelah mendapat pengajaran dan pengarahan terlebih dahulu, kemudian langsung dilanjutkan dengan praktek saat itu juga.
“Secara reguler kami beroperasi 6 hari per minggu, 5 hari untuk Pendidikan Komputer dan 1 hari untuk pendidikan Karakter. Para tutor diupayakan dari orang-orang yang profesional dibidangnya sehingga jebolan dari kursus komputer mempunyai kualitas kemampuan yang tidak kalah dengan tempat kursus yang mendidik siswa di bidang Komputer dan Multimedia,” lanjutnya..
Jebolan dari Galang Belajar diharapkan kelak akan menjadi seorang ahli komputer, baik dalam perangkat lunak maupun perangkat keras. Keterampilan tersebut bahkan akan sangat diarahkan untuk bisa menjadi mata pencaharian di masa depan.
“Kita arahkan menjadi wirausahawan berbagai bidang yang sedang kami bina diantaranya jika sudah tersambung ke internet kita akan melatih untuk membuat blog serta melakukan penjualan kerajinan di pedesaan secara online,”ungkap Sugeng.
Sebagai tahap awal, Galang Belajar yang sudah diikuti hampir sekitar ratusan orang di beberapa desa di Kecamatan Ketapang ini mengajarkan beberapa kemampuan diantaranya, desain grafis, fotografi, audio visual, desain animasi, tekhnisi serta saatnya akan menjadi seorang pengajar komputer.
Seiring berjalannya waktu , Sugeng sebagai instruktur dan dibantu beberapa relawan yang mengerti komputer mulai dilirik oleh beberapa desa. Tawaran untuk mengajar di kelompok desa lain saat ini sedang dipersiapkan oleh Sugeng dengan program belajar yang sudah dipersiapkan untuk anak-anak di pedesaan.
Sugeng mengakui semangat dan antusiasme warga untuk belajar komputer sangat tinggi karena komputer hanya bisa ditemui di sekolah. Selain anak anak usai sekolah beberapa remaja putus sekolah, bahkan beberapa tenaga honorer yang sudah mengajar pun tertarik ikut kursus komputer dalam galang belajar.
“Selain gratis, galang belajar juga tak membatasi umur karena minat untuk belajar komputer serta tekhnologi tidak bisa kita batasi,”ungkap Sugeng.
Meskipun demikian dukungan dari pemerintah daerah diungkapkannya masih minim, bahkan kendala keterbatasan jaringan internet masih menjadi kendala. Solusi yang dilakukan adalah dengan melakukan pelajaran teori sementara untuk praktek pembelajaran internet Sugeng merelakan memberikan uang sewa ke warung internet di kota kecamatan.
“Kendala utama,  internet di pelosok masih sangat minim karena jangankan internet terkadang pasokan listrik saat kami belajar pun minim,”ungkap Sugeng.
Ratusan siswa yang ikut dalam galang belajar tersebut terang Sugeng, nantinya akan memperoleh sertifikat sebagai bukti lulus kompetensi dalam ilmu komputer. Ia berharap intansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kegiatan ini terutama untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di daerah pedesaan. Selain itu sisi positifnya bagi pemuda di pedesaan bisa melakukan wirausaha dengan berbekal keahlian komputer.

Sumber foto: Henk Widi
Lihat juga...