Buaya Muara Menyerang Dua Warga Bakauheni


LAMPUNG—Dua warga Dusun Pegantungan Desa Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Solihin (30) dan  Sanusi (32) diserang buaya muara saat berada di area tambak tradisional milik Imam (40), warga Bakauheni.

Berdasarkan pengakuan dua warga Bakauheni tersebut, keduanya diserang buaya pada Minggu pagi (13/12) bermula saat mereka akan mencari umpan udang di tambak untuk menangkap ikan di sekitar Tanjung Tua yang merupakan lokasi memancing warga setempat.
”Kami mencari udang di tambak untuk digunakan sebagai umpan dengan menjala tiba-tiba kami diserang seekor buaya muara yang ada di tambak,”ujar Sanusi kepada Cendana News, Senin (14/12/2015)
Akibat serangan buaya muara (crodylus porosus) yang berukuran sekitar dua meter tersebut , pergelangan tangan Sanusi mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Ia menambahkan bahwa semua biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak karantina. 
Setelah menyerang warga, buaya akhirnya ditangkap untuk diserahkan ke kantor stasiun Karantina Ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni..
Kepala kantor Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Wilker Bakauheni Catur S. Udiyanto kepada Cendana News mengungkapkan bahwa buaya muara tersebut sementara diamankan di kolam penampungan milik karantina setempat sambil berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung. 
“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA Lampung yang rencananya akan mengambil buaya ini secepat mungkin agar bisa dikembalikan ke habitat yang tidak bersentuhan dengan masyarakat,”ungkap Catur S Udiyanto
Untuk selanjutnya, buaya berusia 4 tahun tersebut akan dilepasliarkan di Taman Nasional Way Kambas agar tidak ada lagi kejadian serupa.  Catur S Udiyanto menghimbau kepada warga sekitar Pegantungan agar lebih berhati hati di sekitar tambak tradisional warga Pegantungan. Daerah Pegantungan Bakauheni merupakan kawasan pesisir pantai dan hutan bakau dan sungai kecil yang bermuara di Selat Sunda yang selama ini digunakan sebagai lahan untuk tambak tradisional warga setempat dan menjadi habitat bagi buaya muara.

Senin, 14 Desember 2015/Jurnalis: Henk Widi/Editor: Gani Khair/Foto: Henk Widi
Lihat juga...