Bupati Pertanyakan Alasan Konawe Dinyatakan Daerah Tertinggal

MINGGU, 20 DESEMBER 2015
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam
KENDARI—- Bupati Konawe Kerry Syaiful Konggoasa mempertanyakan alasan pemerintah pusat menetapkan Konawe sebagai salah satu daerah tertinggal di Provinsi Sultra (Sulawesi Tenggara).


“Saya serahkan ke pemerintah pusat penetapan Kabupaten Konawe sebagai daerah tertinggal. Tapi Konawe ini apanya yang tertinggal,” ujar Kerry kepada Cendanan News melalui telepon.
Kabupaten Konawe bersama Kabupaten Bombana dan Konawe Kepulauan ditetapkan sebagai daerah tertinggal. Keputusan tersebut ditetapkan Presiden RI Joko Widodo, melalui surat  nomor 131 tahun 2015 tentang oenetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019, pada tanggal 4 November 2015.
Dibalik ditetapkannya Konawe sebagai daerah tertinggal, kuat dugaan adanya laporan yang masuk ke pemerintah pusat. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) serta kebutuhan alokasi dana pembangunan.
“Secara moral, Konawe tidak tertinggal. Tapi karena sudah ditetapkan, tidak masalah. Berarti akan banyak dana pemerintah pusat turun ke Konawe,” jelas politisi PAN ini.
Sebagaimana pemberitaan Cendana News sebelumnya, pernyataan serupa juga menjelaskan kondisi perumahan masyarakat Konawe sudah baik. Kemudian Konawe juga dikenal sebagai lumbung pangan Sultra.Kapasitas produksi padi sawah dalam satu hektar mencapai 9 ton per tahun. (Baca: Penghasil Beras dan Emas di Sulawesi Tenggara Dinyatakan Daerah Tertinggal)
Kondisi jalan di Kabupaten Konawe, baik jalan dalam kota, jalan desa, jalan yang menghubungkan antarkabupaten juga sudah lebih baik. Dari sisi ketersediaan dana APBD, tahun 2016 mencapai Rp 1,4 Triliun.
Pertanyaan serupa juga dikemukakan Rio, pria kelahiran Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe. “Tidak logis kalau Konawe dikatakan daerah tertinggal. Kalau Konawe Kepulauan masih masuk akal karena baru mekar 2 tahun dari Kabupaten Konawe,” ujarnya. 
Lihat juga...