Cegah Kemacetan, Truk Muatan Besar Dilarang Operasi

RABU, 30 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu/ Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Prediksi terjadinya kemacetan sebagai dampak arus balik libur panjang maka kendaraan jenis truk bermuatan besar dilarang beroperasi sejak Rabu (30/12/2015) hingga 3 Januari 2016. 

Pelarangan operasional kendaraan truk bermuatan besar tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 48 Tahun 2015 tentang Pengaturan Lalu lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada masa Natal dan Tahun Baru.
Surat edaran yang juga diterapkan di semua wilayah tersebut dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Kabupaten Lampung Selatan AKP Mubiarto. Ia mengungkapkan pemberlakuan larangan ini guna untuk mengantisipasi adanya kemacetan. Meski demikian pengecualian akan diberikan kepada truk angkutan sembako dan komoditas yang mudah rusak, truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM), dan truk pengangkut hewan tetap bisa beroperasi.
“Kami sudah menempatkan personel di tempat-tempat keramaian, seperti di tempat wisata di Lampung Selatan diantaranya di Pantai Mutun, Pasir Putih,pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Kami juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan,” ungkap Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto saat dikonfirmasi Rabu (30/12/2015)

Ia mengatakan,pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir di sepanjang Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) dan Jalur Lintas Timur (Jalintim), seperti di rumah makan. Beberapa rumah makan besar yang akan digunakan untuk kantong parkir pun telah diberikan banner sebagai lokasi kantong parkir dan Satlantas Polres Lampung Selatan telah berkoordinasi dengan pihak rumah makan. Rencananya, pada hari ini pihaknya akan membagikan pamflet tentang SE Menhub terkait pelarangan truk barang beroperasi selama lima hari.
“Sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan tentang larangan operasi, nantinya truk barang akan kami masukan ke parkir-pakir rumah makan dan kantong parkir lainnya,” kata mantan Kasat Lantas Polres Tulangbawang itu.
Sejalan dengan hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamsel, Syukur Kersana mengatakan pihaknya sudah mendapatkan tembusan SE Menhub mengenai larangan operasional truk selama lima hari tersebut. Di mana, pihaknya telah menempatkan sedikitnya enam personel Dishub di titik-titik rawan kemacetan, saat libur tahun baru. Terutama, di tempat-tempat menuju lokasi wisata.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Lamsel. Truk-truk barang akan kami arahkan ke kantong-kantong parkir yang telah ditentukan agar kendaraan truk tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ujar dia.
Ia mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dishub Lampung guna mengantisipasi adanya lonjakan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, seperti libur panjang pekan lalu yang sempat menumpuk dan telantar selama enam jam.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Lampung untuk menyiagakan bus guna mengantisipasi adanya lonjakan penumpang di terminal pelabuhan seperti pekan lalu,” ujar dia.
Terkait adanya surat edaran tersebut beberapa pengemudi truk yang memprediksi bakal terjadi kemacetan selama akhir tahun dan tahun baru memilih untuk melakukan perjalanan malam hari sebelum terjadi kemacetan parah. Bahkan sebagian truk ekspedisi tidak melakukan operasi untuk menghindari terjebak dalam kemacetan di perjalanan.
“Kami lebih baik menunda perjalanan daripada sudah terlanjur jalan namun dilarang dan diminta berhenti di kantong parkir,”ungkap Soni salah satu sopir ekspedisi asal Sumatera tujuan Pulau Jawa.
Sebelumnya berdasarkan pantauan Cendana News beberapa rumah makan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dipenuhi berbagai jenis kendaraan truk besar. Polres Lampung Selatan melalui Satlantas melakukan rekayasa lalulintas dan mengarahkan semua kendaraan truk besar untuk masuk ke kantong parkir akibat banyaknya kendaraan pribadi, kendaraan roda dua yang menuju Pelabuhan Bakauheni. Beberapa anggota polisi dikerahkan untuk mengarahkan truk untuk masuk ke kantong parkir.
Pengusaha jasa ekspedisi lainnya memilih menggunakan jasa penyeberangan di PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang merupakan pelabuhan penyeberangan dari Bakauheni menuju ke Bojonegara Banten. Pengalihan dilakukan sebab beberapa pengusaha memprediksi kendaraan yang diperbolehkan menyeberang menggunakan kapal roro diprioritaskan bagi kendaraan pribadi, pengangkut kebutuhan pokok serta kendaraan roda dua.
Data posko angkutan Natal dan Tahun Baru PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) cabang Bakauheni yang diterima CDN, sebanyak 1881 unit truk dari golongan V barang hingga golongan IX tercatat menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju pelabuhan Merak dalam sepekan ini. Selain itu berbagai jenis kendaraan baik kendaraan roda dua dan kendaran pribadi telah mencapai 6.122 unit. PT ASDP mengoperasikan sebanyak 28 kapal selama arus liburan melayani penyeberangan di lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.
Lihat juga...