Dampak Cuaca Ekstrim Kapal Roro di Selat Sunda Alami Susah Sandar

Rabu, 16 Desember 2015 / Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair



LAMPUNG—Kondisi cuaca Ekstrim di Perairan Selat Sunda yang terjadi dalam beberapa hari ini mengakibatkan kapal kapal Roll on Roll Off (Roro) mengalami susah sandar di dermaga pelabuhan Bakauheni Lampung dan Pelabuhan Merak Banten. Kondisi susah sandar kapal-kapal di Lintasan Selat Sunda tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni Kapten Agustinus Aruan. Ia mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir pihaknya sudah menghimbau kepada para nahkoda kapal Roro di lintasan Selat Sunda untuk lebih berhati hati saat melakukan aktifitas pelayaran.
Menurut Agustinus, beberapa kendala yang dialami oleh para nahkoda kapal Roro yang akan bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni, terjadi akibat gelombang dan angin laut yang terjadi di alur masuk dan keluar Pelabuhan Bakauheni. Kondisi tersebut merupakan akibat dari cuaca ekstrim yang terjadi menjelang siang hari hingga sore hari dan kecenderungan semakin ekstrim pada malam hari berupa hujan disertai angin kencang.
“Kami sudah memberikan himbauan dalam bentuk selebaran kepada pengguna jasa pelayaran, perusahaan pelayaran dalam hal ini nahkoda serta pihak terkait tentang kondisi cuaca yang ekstrim akhir akhir ini,”ungkap Agustinus Aruan saat dikonfirmasi media Cendananews.com Rabu (16/12/2015).
Meskipun kondisi cuaca perairan sedang tak bersahabat, namun KSOP Bakauheni ungkap Agustinus belum mengeluarkan edaran untuk penghentian pelayaran. Aktifitas pelayaran baru akan dihentikan jika kondisi perairan di Selat Sunda dianggap membahayakan keselamatan pelayaran.
Alur masuk di pelabuhan Bakauheni yang terlindung oleh beberapa pulau diantaranya Pulau Rimau Balak,Pulau Dua,Pulau Kandang Balak menjadi penghalang gelombang tinggi yang terjadi di laut lepas Selat Sunda. Sementara di beberapa dermaga diantaranya dermaga 5 dan 6 yang berada di area terbuka kondisi alun mengakibatkan manuver kapal yang akan bersandar mengalami gangguan. 
“Kapal mengalami kesulitan manuver saat akan melakukan olah gerak sandar karena alun gelombang yang terjadi, butuh kehati hatian dari para nahkoda saat akan bersandar,”ungkap Agustinus.
Akibat kondisi perairan yang buruk tersebut, insiden senggolan dua kapal bahkan terjadi di Pelabuhan Merak Banten. Kapal Motor Penumpang (KMP) Panorama Nusantara dan KMP Mitra Nusantara yang merupakan dua kapal milik PT Jembatan Madura bersenggolan akibat KMP Panorama Nusantara yang akan sandar di dermaga tiga terbawa arus .
Komandan Search and Rescue (SAR) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan cabang utama Merak, Banten, Radmiadi mengungkapkan dua kapal Roro tersangkut pada bagian ramdoor akibat terbawa arus. Kejadian yang terjadi dini hari pada Selasa (15/12/2015) tersebut menurut Radmiadi murni terjadi akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Manuver KMP Panorama Nusantara yang berangkat dari Bakauheni menuju Merak untuk sandar di dermaga tiga Merak sempat mengalami gagal sandar, sempat terbawa arus meski sudah dua kali manuver tapi tetap terseret ke dermaga dua,”ungkap Radmiadi.
Manuver dua kali untuk olah gerak kapal sandar mengakibatkan KMP Panorama milik PT Jembatan Lampung berpenumpang ratusan kendaraan dan ratusan penumpang pejalan kaki tersebut bersenggolan dan tersangkut di ramdoor (pintu masuk dan keluar) KMP Mitra Nusantara yang sudah sandar di dermaga dua Merak. Meski insiden tersebut tidak meimbulkan kerusakan parah hanya beberapa bagian lambung kapal penyok namun aktifitas bongkar muat di pelabuhan Merak khususnya di dermaga dua dan tiga mengalami gangguan.
Sebuah kapal penarik (tug boat) TB Tirtayasa dari Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) bahkan dikerahkan untuk menarik KMP Panorama Nusantara yang tersangkut di ramdoor KMP Mitra Nusantara. Butuh waktu hampir satu jam menarik KMP Panorama Nusantara untuk bersandar di dermaga 3 akibat gelombang tinggi dan arus di alur masuk Pelabuhan Merak cukup kencang.
“Evakuasi dilakukan setelah KMP Panorama Nuasantara gagal melakukan manuver dan ditarik TB Tirtayasa karena menggunakan mesin manual mengalami kesulitan,”ungkap Radmiadi. 
Kondisi perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir cukup ekstrim baik di alur masuk dan keluar Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Sebanyak 27 kapal dari biasanya sekitar 30 kapal bahkan diioperasikan di lintasan Selat Sunda meski pihak PT ASDP tetap menghimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk lebih berhati hati.
Kepala Ship Traffic Controller (STC) Pelabuhan Bakauheni, Eka, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa kondisi cuaca di Perairan Selat Sunda sedang ekstrim. Pihaknya selalu memantau perkembangan cuaca dan menginformasikan kepada para nahkoda terutama saat di alur masuk dan alur keluar Pelabuhan Bakauheni.
“Pihak STC selalu memandu kapal kapal yang ada di alur masuk dan alur keluar dari stasiun kontrol terutama dalam situasi cuaca yang ektrim seperti saat ini,”ungkap Eka.
Kondisi gelombang tinggi, angin kencang yang terjadi sesuai prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang untuk wilayah Selat Sunda bagian Utara kecepatan angin dari arah Barat Daya ke arah Barat mencapai 6-20 knots. Sementara di Perairan Selat Sunda bagian Selatan kecepatan angin dari Barat ke Barat Laut mencapai 6-20 knots.
Pantauan CDN meskipun kondisi perairan di Selat Sunda cukup ekstrim beberapa perusahaan ekspedisi pengangkut barang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa masih tetap melakukan aktifitasnya melalui PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni. Alun laut yang berad di sekitar dermaga bahkan mengakibatkan ombak yang menghantam vender hingga air laut naik ke atas ramdoor dermaga.
Sementara di pelabuhan milik PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) akibat cuaca ekstrim kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) harus dibantu menggunakan kapal tug boat untuk sandar di dermaga.  Kapal JNW 2 milik PT BBJ yang berangkat dari pelabuhan LCT Bojonegara Banten pun harus dipandu menggunakan kapal penarik akibat kesulitan sandar saat membawa muatan puluhan kendaraan truk. Sementara akibat cuaca buruk kapal BNR yang berangkat dari Bojonegara terpaksa batal melakukan pelayaran ke pelabuhan BBJ di Muara Piluk Bakauheni.
Sumber foto: Henk Widi
Lihat juga...