Di Tempat Wisata Nan EKsotik Ini, Tiga Satwa Langka Terlantar Menunggu Mati


SANGGAU— Siang itu di kawasan sebuah objek wisata. Sebuah kawasan yang terdapat kayu hingga perbukitan yang terjal. Sungai kecil pun ada di sana. Airnya jernih. Wisata Air Terjun Pancur Aji, itulah namanya. 
Letak obyek wisata alam di Kawasan Wisata Air Terjun Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, ini kondisinya sungguh memprihatinkan. Sejumlah koleksi satwa langka di tempat wisata ini dikabarkan mati.
Kini hanya tersisa tiga satwa langka, masing-masing, 1 individu orangutan, 1 ekor rusa, dan 1 ekor buaya senjulong. Ironisnya, ketiga satwa langka yang terancam punah ini, kondisinya dalam keadaan sakit, dan kelaparan. 
“Kandangnya sangat kotor, dan tidak ada makanan yang bisa dimakan oleh satwa-satwa ini,” kata Erick, warga Kabupaten Sintang, saat ditemui tengah berwisata di obyek wisata Pancur Aji, Jumat 11 Desember 2015.
Erick yang datang untuk pertama kalinya ke lokasi wisata ini, sedikit menghela nafas panjang tanda prihatin. Pasalnya,  obyek wisata Pancur Aji yang diketahuinya lewat brosur pariwisata dan media online ini, sama sekali jauh dari kata bersih dan terawat.
Meski alam dan tofografi obyek wisata ini sungguh menarik, karena terdapat dua riam dan air terjun bertingkat, namun keindahan alam obyek wisata Pancur aji ini  rusak.
Kurangnya perawatan dan perencanaan yang matang untuk menjadikan lokasi ini menjadi destinasi wisata yang menarik, menjadikan lokasi wisata ini kumuh. 
“Benar-benar sangat disayangkan, uang milyaran  untuk membangun kawasan ini menjadi menarik, kini semuanya sudah tampak tidak tersentuh perawatan sama sekali,” kata Leonardus, wisatawan asal Kota Pontianak ini.
Tak hanya fasilitas yang ada seperti taman bermain anak-anak yang rusak, sejumlah satwa yang berada di obyek wisata di Kota Sanggau ini juga mulai berkurang. 
“Di pampletnya ada banyak koleksi satwa disini, dari Burung enggang, landak, elang, namun yang ada hanya 3 ekor saja satwa,” ujarnya.
Itupun, lanjutnya, kondisi ketiga satwa ini dalam keadaan sakit. Erik bahkan begitu  prihatin dengan kondisi individu orangutan betina yang diperkirakan berusia delapan tahun ini.
Meski kandang untuk mengurung orangutan ini terbuat dengan dinding beton dan teralis besi, namun satwa langka ini terlihat kelaparan dan sakit. “Saya tidak melihat satupun petugas disini yang memberikan makan ke orangutan ini,” tuturnya.
Padahal di lokasi wisata ini ada beberapa bangunan rumah yang sengaja diperuntukan untuk penjaga, 1 buah masjid, beberapa shelter, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Namun, tak ada satupun penjaga yang berada di tempat. Kondisi bangunan dan fasilitas yang ada juga sebagian besar  telah rusak dan berlumut. Padahal untuk menempuh obyek wisata ini, para pengunjung harus menempuh jalan yang berbukit- bukit dan turunan yang curam.
Sayangnya, keindahan alam yang dimiliki dengan pesona gemerincik air pengunungan yang dingin, dan pepohonan yang rindang, kini tak dapat secara utuh dinikmati. Akibat kurangnya penataan dan perawatan oleh pemerintah setempat, menyebabkan kawasan wisata ini sepi dari pengunjung meski saat ini memasuki masa liburan panjang sekolah. 
Jum’at, 11 Desember 2015/Jurnalis: Aceng Mukaram/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Aceng Mukaram
Lihat juga...