Di Usia 57 Tahun, NTB Masih Berkutat Dengan Masalah Kemiskinan

Kamis, 17 Desember 2015 / Jurnalis: Turmuzi / Editor: Gani Khair



MATARAM— Dibawah kepemimpinan Gubernur Zainul Majdi dan Wakil Gubernur Muhammad Amin, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memasuki usia ke-57 tahun masih banyak pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya mampu dituntaskan. 
Masalah kemiskinan menjadi masalah paling krusial dan menjadi catatan penting Pemprov NTB memperingati hari ulang tahun NTB ke 57 dan menutup ahir tahun pemerintahan 2015.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik NTB, sampai akhir Desember 2015 angka kemiskinan naik mencapai 0,05 persen atau setara dengan tujuh ribu orang. 
Banyaknya kebijakan yang diberlakukan pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan kondisi daerah dinilai menjadi penyebab utama mengapa masalah kemiskinan muncul di masyarakat, mulai dari larangan berkegiatan di hotel, larangan menangkap lobster dengan ukuran tertentu membuat sebagian diantara masyarakat kehilangan pekerjaan
Termasuk juga kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak yang secara lansung sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan dan prekonomian masyarakat, terutama masyarakat miskin dan sangat miskin
“Harus diakui memang, memasuki usia NTB ke-57 dan menutup pemerintahan tahun 2015 sekarang masih banyak kekurangan dari program kebijakan pembangunan dijalankan, tapi jangan lupa, disamping itu juga banyak keberhasilan ditorehkan” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi usai peringatan HUT NTB di lapangan Bumigora Mataram, Kamis (17/12/2015)
Dikatakan, masalah kemiskinan masih menjadi catatan dan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di tahun pemerintahan 2016 mendatang, termasuk masih terjadinya kesenjangan sosial dan program pembangunan yang belum merata
Karena itulah di tahun 2016 sebagai bentuk keseriusan dalam upaya penanganan masalah kemiskinan di NTB, Pemda menggelontorkan anggaran penanggulanganan masalah kemiskinan mencapai 850 niliar lebih. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai 130 miliar
“Besaran anggaran digelontorkan tersebut nantinya diharapkan bisa mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi di masyarakat dan bisa dirasakan manfaatnya secara lansung” tutupnya
Sumber foto: Turmuzi
Lihat juga...