Diguyur Hujan, Jalan Negara Trans Flores Mengalami Longsor

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Jalan negara Trans Flores Maumere – Larantuka mengalami longsor di kilometer 61 dan kilomter 67 akibat diguyur hujan beberapa hari belakangan. Longosran tanah dan bebatuan disertai tumbangnya pepohonan yang persis berada di sisi utara badan jalan menutupi hampir setengah badan jalan.


Di kilometer 61, longsoran sudah berlangsung semenjak Rabu (23/12/2015) dan material longsoran masih memenuhi sebagian badan jalan. Sementara itu di kilometer 67 longsoran baru terjadi sejak Kamis ( 24/12/2015 ) akibat adanya hujan deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari.
Yohanes Liwu seorang petani asal Boru kecamatan Wulanggitang yang ditemui Cendana News dilokasi longsoran di kilometer 67 Sabtu (26/12/2015) mengatakan, sejak beberapa hari sebelumnya memang sudah terjadi longsoran di lokasi tersebut namun sejak kemarin, Jumad (25/12/2015) material longsoran semaki banyak akibat derasnya hujan di hari Kamis (24/12/2015).
Lokasi bekas longsoran sebut Yohanes tebingnya baru dipapas sekitar dua bulan lalu oleh kontraktor yang mengerjalan jalan. Biasanya sambung Yohanes, jika terjadi hujan lebat hanya sedikit kerikil dan beberapa batu berukuran besar saja yang jatuh tetapi tidak sampai menutupi badan jalan dan mengganggu pengendara.
“Biasanya kalau hujan lebat paling hanya kerikil dan tanah saja yang jatuh tetapi tidak banyak dan sampai menutupi badan jalan. Mungkin karena baru dipapas sehingga tanahnya labil dan longsor “ sebutnya.
Anton Sogen seorang pengendara motor yang hendak ke kota Maumere saat dijumpai CendanaNews di kilometer 61 Sabtu ( 26/12/2015 )mengatakan, biasanya meskipun hujan lebat, material longsoran tidak menutupi jalan dan menghalangi pengendara. Kemungkinan longsoran terjadi sebut Anton karena adanya pengerjan pelebaran jalan dimana tebing-tebing di sisi utara jalan dipangkas dan materialnya dibuang ke jurang di sisi selatan jalan.
“Kalau jalan Maumere–Larantuka paling terjadi longsoran di beberapa titik saja tetapi pengendara masih bisa lewat. Kalau tahun kemarin ada banyak pohon besar yang tumbang sehingga harus antri menunggu pohon dipotong warga “ tutur Anton.
Jika dibandingkan dengan ruas jalan negara Trans Flores lainnya seperti Maumere – Ende di wilayah barat, sambung Anton, kondisi jalan negara Maumere – Larantuka masih jauh lebih baik. Jalan negara Maumere – Larantuka hanya mengalami longsor saat hujan lebat yang berlangsung seharian, sementara jalur Maumere – Ende walau hujan lebat sebentar saja pasti terjadi longsor dan jalan tidak bisa dilewati.
“Kalau tebing di jalan negara Maumere – Larantuka struktur tanahanya lebih keras dibandingkan di sepanjang ruas jalan Ende – Maumere yang bertanah liat dan lembek “ ungkap Anton.
Disaksikan Cendana News saat melintas di lokasi longsoran, Sabtu ( 26/12/2015 ), di kilometer 61 terdapat dua buah batu besar yang jatuh dan berada persis di badan jalan sebelah utara. Material longsoran berupa tanah dan kerikil menutupi hampir setengah badan jalan namun tidak menghalangi pengendara karena masih tersisa satu jalur lainnya.
Sementara itu di kilometer 67, terdapat sebuah pohon besar yang juga tumbang namun saat dilintasi Cendana News pohon yang tumbang dan menutupi badan jalan tersebut sudah dipotong sehingga jalan tersebut bisa dilintasi kendaraan. 
Lihat juga...