Dinas Perikanan Lampung Selatan Juara III HSRT Nasional

Budidaya ikan tawar

LAMPUNG—-Potensi kelautan di Kabupaten Lampung Selatan yang dimanfaatkan oleh para nelayan serta pembudidaya udang terus dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Pemberdayaan kelompok nelayan budidaya tersebut mendapat penghargaan atas upaya melakukan budidaya udang di wilayah Lampung Selatan yang memiliki kawasan perairan luas.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2015 ini dinyatakan sebagai juara III tingkat nasional untuk kategori Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) pembinaan kelompok Berkah Windu II.

Penghargaan tingkat nasional yang diperoleh DKP Lampung Selatan dibenarkan oleh Kepala DKP Lamsel DR. Meizar Melanesia yang mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut akan langsung diterima dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP-RI), di Ball Room Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, hari ini Kamis (10/12).
“Penerimanya Ketua Kelompok dan tentunya ini menjadi kebanggan bagi Lampung Selatan yang memiliki potensi perikanan cukup bagus dan bisa menjadi pemacu bagi pengusaha budidaya perikanan termasuk udang,”ungkap Meizar Melanesia, Kamis (10/12/2015).
Dikatakannya, penghargaan HSRT diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perikanan budidaya No.175/KEP-DJPB/2015 tentang pemenang penilaian kinerja kelompok dan kelembagaan perikanan budidaya tingkat nasional tertanggal 18 November 2015 ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.
DR. Meizar Melanesia

“Berdasarkan pemberitahuan penghargaan tersebut akan diberikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti pada acara puncak di Bakti Mina Bahari di Ball Room Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan,”ujar Meizar.

Penghargaan tersebut dapat diraih oleh DKP Lamsel pada kelompok Berkah Windu II berdasarkan penilaian yang dilakukan langsung oleh tim penilai dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan pada dua minggu lalu.
“Kami sendiri tidak tahu apa yang menjadi kreteria kelompok Berkah Windu II yang merupakan binaan DKP bisa meraih juara III tingkat Nasional. Karena, yang menentukan langsung pemenangnya adalah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,”katanya.
Prestasi yang diraih DKP Lamsel, lanjutnya, dinilai sangat luar biasa. Sebab, DKP Lamsel telah menyandangkan predikat kinerja kelompok dan kelembagaan perikanan budidaya tingkat Nasional 2015 HSRT terbaik untuk kelompok Barkah Windu II.
“Kami berharap, prestasi dan penghargaan yang telah diraih ini dapat memotivasi para pemilik usaha perikanan dan kader-kader dilapangan untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Sehingga, kedepan bisa meraih penghargaan yang lebih baik lagi,”pungkasnya. 
Sebelumnya, DKP Lampung Selatan juga pernah memperoleh penghargaan dalam bidang kelautan diantaranya kelompok nelayan terbaik yang diperoleh oleh kelompok nelayan dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan.
Pantauan Cendana News, potensi budidaya perikanan laut serta air tawar di Lampung Selatan terus dikembangkan oleh masayarakat serta beberapa pemodal di pesisir pantai Kalianda. Beberapa perusahaan hatchery serta petambak tradisional pun masih terus bertahan melakukan kegiatan budidaya perikanan. 
“Proses pembenuran atau pembibitan udang windu serta jenis udang lain banyak dilakukan warga di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan dengan menjadi pemasok benur atau bibit udang bagi petambak,”ungkap Ahmad salah satu pemilik usaha pembenuran udang di Kecamatan Rajabasa.
Usaha yang sebagian dilakukan oleh masyarakat ini merupakan pemasok benur udang untuk tambak di wilayah Kecamatan Ketapang bahkan hingga ke Kabupaten Lampung Timur yang dikerjakan dengan intensif. Sementara itu budidaya tambak juga masih banyak terdapat di Kecamatan Bakauheni.
Budidaya ikan air tawar yang terus dikembangkan di Lampung Selatan dibawah pembinaan Dinas Perikanan dan Kelautan Lampung Selatan pun banyak terdapat di Kecamatan Palas, Kecamatan Ketapang dan Sragi yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. Selain budidaya air tawar untuk memenuhi kebutuhan lokal, beberapa pemilik usaha kolam bahkan menjadi pemasok ikan bagi wilayah di Pulau Jawa.

Kamis, 10 Desember 2015/Jurnalis: Henk Widi/Editor: Gani Khair/Foto: Henk Widi
Lihat juga...