Dr Amarullah: Kualitas Hidup Manusia Sekarang Menurun


SURABAYA—Gaya hidup di kota metropolitan seperti Surabaya, membawa pengaruh buruk bagi tubuh. Kualitas hidup manusia pun semakin memburuk, mulai dari terpapar polusi, pola makan dan tingkat stress.
Pakar kesehatan, Dr. dr. Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, MA, MSc, ND, PhD menegaskan pemendekan umur yang sering terjadi akibat dari gaya hidup yang salah sejak kecil.
“Kualitas hidup manusia sekarang sudah menurun, berbeda dengan 40 tahun lalu,” ujarnya kepada Cendana News, Sabtu (12/12/2015).
Menurutnya, orang yang hidup pada masa 40 tahun lalu, masih terjaga kesehatannya. Berbeda dengan orang jaman sekarang yang butuh instan dalam segala hal, sehingga mengesampingkan kesehatan jangka panjangnya.
“Misalnya, anda akan lebih memilih minum vitamin C yang dari pabrik dibandingkan dengan makan jeruk. Itu salah satu contoh kecil,” imbuh dokter nyentrik ini.
Dokter Amarullah dikenal sebagai dokter tanpa obat. Dalam proses pemeriksaan hingga kesembuhan pasien, dokter ini tidak menggunakan obat-obatan kimia sama sekali, namun menggunakan obat herbal.
“Herbal pun sebenarnya ada efek sampingnya, tetapi tidak merusak kesehatan dimasa mendatang,” terangnya.
Ia menjelaskan obat kimia lebih unggul dalam mengatasi gejala, tapi jangka panjanganya bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Pasalnya, obat bersifat toksik atau racun dan dapat merusak kesehatan nantinya.
“Ada tiga pola hidup yang harus dirubah mulai sekarang, yaitu makanan, olahraga dan pikiran,” tegasnya.
Ketiga pola hidup tadi, jika dijalankan dengan baik pasti akan membawa dampak positif bagi tubuh kita. Yang bisa dikontrol oleh tiap individu  hanya dua faktor, faktor makanan dan faktor olahraga. Ada istilah ‘kamu adalah apa yang kamu makan’, kalau makan makanan sehat dan alami, bisa dipastikan tubuh akan jauh dari penyakit. Sedangkan faktor ketiga atau faktor pikiran, manusia tidak bisa mengontrol.
“Dokter tugasnya bukan hanya menulis resep dan memberikan obat, tetapi harus dan wajib mendidik, menjelaskan dan mengajari pasien bagaimana caranya sembuh dan sehat,”pungkasnya.

Sabtu, 12 Desember 2015/Jurnalis: Olin/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Olin
Lihat juga...