Dua Pekan Kandas, Kapal MV Hanjing Hingga Kini Belum Dievakuasi

SABTU, 19 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Foto: Henk Widi


BANTEN—Kapal kargo berbendera Panama yang kandas di sekitar Pulau Sangiang Perairan Selat Sunda, di sekitar area Pulau Tumbu Tiga atau Tungku Tiga hingga dua pekan ini  belum berhasil dievakuasi oleh pihak terkait. 

Kapal kargo berbendera Panama yang diduga kandas akibat cuaca buruk di Perairan Selat Sunda tersebut kandas sejak Jumat (4/12/2015) pukul 19.38 WIB hingga saat ini masih berada di lokasi yang memiliki batuan karang yang menonjol ke permukaan laut.
Berdasarkan informasi, kapal MV Hanjin Aqua/3FIG/372817000 dengan panjang sekitar 248 Meter, lebar 38 meter tersebut kandas di posisi 05 55 36 S – 105 48 10 E Perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang Provinsi Banten. Kapal diduga kandas di lokasi yang oleh nelayan setempat disebut sebagai Pulau Tumbu Tiga.
“Nelayan menyebut karang-karang tersebut sebagai tumbu atau tungku tiga yang memang sangat membahayakan bagi kapal-kapal yang melintas terutama dalam cuaca buruk,” ungkap Radmiadi kepada Cendana News, Sabtu(19/12/2015).
Sulitnya evakuasi diakibatkan kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat di sekitar perairan Selat Sunda dalam sepekan terakhir. Hingga proses evakuasi menjadi sulit dilakukan namun nahkoda dan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) kapal kargo tersebut masih berada di dalam kapal.
Berdasarkan informasi yang Cendana News kumpulkan dari komandan Search And Rescue (SAR) ASDP Merak, Radmiadi, sedianya, Kapal bernama MV. Hanjin Aqua bermuatan 203 kontainer yang dinahkodai  Gim Jeong IL asal Korea Selatan dan berisikan 20 Anak Buah Kapal (ABK) dari Philipina, Korea, dan Indonesia.
Berdasarkan pantauan terakhir petugas SAR kondisi kapal tersebut masih berada di lokasi dan karena kapal tersebut merupakan kapal internasional maka petugas SAR hanya melakukan pemantauan dari sekitar area lokasi kapal kandas. Jalur Selat Sunda merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang merupakan jalur lintasan kapal kapal Internasional berbendera asing.
“Saat ini kapal masih kandas. Proses evakuasi menunggu jika cuaca sudah mulai membaik di Perairan Selat Sunda tapi kewenangan soal itu silakan dikonfirmasi ke pihak terkait saja,” terang Radmiadi. 
Kapal kargo tersebut menurut informasi bertolak dari Pelabuhan Adelaide Australia dengan tujuan Tanjung Priok Jakarta, saat di tengah perjalanan, mengalami kandas. Berdasarkan informasi otoritas di kapal MV Hanjin sudah melapor ke KSOP Banten untuk meminta pertolongan.
Selain insiden kapal kandas yang hingga akhir pekan ini belum berhasil dievakuasi kondisi cuaca di perairan Selat Sunda juga mengakibatkan insiden beberapa kapal berukuran kecil terdampar. Dua Tugboat (Kapal Tunda) bernomor lambung NG 01 dan Manunggal 09 terdampar di pinggir Pantai Cikuasa Bawah, Kota Cilegon karena diterjang cuaca buruk. 
Bahkan salah kapal NG 01 nyaris tenggelam saat tengah menempel bodi kapal dengan kapal tongkang yang ada di Dermaga urugan. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, para ABK kapal yang ada didalam tugboat berhasil menyelamatkan diri saat kapal tenggelam yang diduga karena mengalami kebocoran.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Cendana News, kondisi terdamparnya dua kapal tugboat ini terjadi pada pekan ini. Kondisi saat itu diperairan merak dilanca cuaca buruk angina kencang yang disertai dengan gelombang tinggi.
Salah seorang pengelola moring (Pengelola Data) di Pantai Urugan, Badri yang dikonfirmasi mengatakan, tenggelamnya kapal NG 01 yang saat itu tengah ada di pinggir pantai urugan disebabkan adanya hantaman gelombang dan ombank tingggi. Sekiranya pada waktu malam hari, kedua kapal itu langsung terdampar di pinggir pantai.
“Waktu itu kapal yang tenggelam itu sedang mengawal kapal tongkang untuk sandar. Kondisi cuaca angin dan gelombang sangat kencang saat itu. Ada kemungkinan tugboat itu telat engker ketengah. Sehingga terdampar di pinggir pantai dan tenggelam. Untuk satu tugboat lagi itu, posisi kapal sedang ditengah. Untuk langsung kita suruh untuk ngikat tali tambang, supay tidak terbalik” Ujarnya.
Badri mengatakan, saat kejadian diketahui para awak kapal langsung berlari keluar dari kapal tugboat untuk menyelamatkan diri.
“Para anak buah kapal langsung keluar dari tugboat. Kalau ngga pasti jadi masalah,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Ditpolair Polda Banten, Kombes Pol Imam Thobroni yang dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya peristiwa itu. Satu kapal yang diketahui tenggelam, sudah tidak bisa diselamatkan lagi lantaran diterjang kondisi cuaca di perairan merak yang tidak stabil.
“Memang kita sudah menerima laporan kapal tugboat MG 01 tenggelam disekitar perairan merak diakibatkan karena cuaca. Sebagaimana kita tahu akhir-akhir ini diselat sunda ini gelombang tinggi mencapai 1-2 meter dan kecepatan angina kurang lebih 40 knot,”ujar Dirpolair.
Dirpolair mengatakan, kondisi tersebut murni bukan merupakan kecelakaan laut namun disebabkan akibat cuaca buruk. Untuk mengetahui ABK yang selamat, pihaknya tengah meminta keterangan dari pihak agen kapal.
“Kapal itu akan berlindung di merak kecil, karena cuaca dan ombak, kapal itu tenggelam. Namun kapal itu tidak menimbulkan korban jiwa. Murni kondisi itu dikarenakan oleh cuaca. Kita tidak periksa, karena ini kejadian alam. Jadi ABK kita minta keterangan untuk perisitiwa ini,” Terangnya.
Pantauan Cendana News, kondisi perairan di Selat Sunda juga mengakibatkan waktu tempuh kapal jenis Landing Craft Tank mengalami hambatan. Bahkan kapal jenis LCT BNR dan JNW II di dermaga BBJ Muara Piluk Bakauheni harus lebih ekstra hati hati saat melakukan pelayaran.
“Awal bulan lalu memang ada yang kandas. Ada salah satu kapal di Shangyang. tapi sampai sekarang, itu belum dievakasi karena kapal cukup besar, dan membutuhkan waktu lama dan masih kandas sampai saat ini,” Terangnya.
Lihat juga...