Elok yang Tersembunyi di Balik Karang Banua Patra

MINGGU, 27 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN—Kota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur dikenal dengan wisata alam, terutama karena memiliki pantai dengan pasir putih yang mudah dijangkau. Pada libur panjang kali ini, salah satu pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal adalah Pantai Banua Patra.

Anak-anak menikmati keindahan Pantai Karang Banua Patra.
(Peringatan: Anak-anak wajib didampingi orang tua saat bermain di pantai)
Pantai ini masih berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman. Terletak di seberang Lapangan Merdeka yang menjadi titik kumpul masyarakat kala hari bebas kendaraan (car free day) berlangsung setiap hari Minggu.
Banua Patra berasal dari sebuah gedung konvensi yang didirikan perusahaan minyak nasional, Pertamina di Balikpapan. Pantai ada di belakang bangunan bersejarah tersebut. Banyak hal menarik bisa ditemukan, seturut dengan ragam aktivitas yang bisa pengunjung lakukan. 
Setelah beraktifitas di kawasan Car Free Day, anak muda Balikpapan menikmati indahnya Pantai Karang Banua Patra.
Budaya hidup sehat yang harus dilestarikan
Dari pantai ini, pengunjung bisa menyaksikan keramaian kapal kapal tanker pengangkut minyak ke pelabuhan Pertamina, atau kapal kapal pengangkut penumpang yang sandar maupun berlabuh dari dan ke pelabuhan terbesar di Kalimantan Timur: Pelabuhan Semayang.
Di pantai ini juga bisa menikmati laut lepas, atau panorama pencakar langit Balikpapan yang berjejer di pinggir pantai. Salah satu lokasi kesenangan warga lokal adalah helipad (landasan helikopter). Ada yang sekedar duduk sambil menikmati pemandangan dan semilir angin, berfoto bersama, atau melakukan kegiatan olahraga seperti yoga dan senam pernapasan.
“Saya kesini karena dekat dengan lokasi car free day. Jadi setelah selesai ikut senam, langsung jalan-jalan ke pinggir pantai biar segar,” kata Vira (36) yang mengaku rutin berkunjung.
 Menurut ibu dua anak ini, Pantai Banua Patra cukup menarik dan mudah diakses. “Hanya saja, saya kadang gemas melihat sampah plastik masih banyak berserakan,” keluhnya.
Dibalik banyaknya akivitas seru di Pantai Banua Patra, yang paling disukai adalah gugusan karangnya. Meski saat ini banyak fasilitas publik yang tak terawat dan cenderung rusak, tak mengurangi minat wisatawan mengunjungi karang di Banua Patra. Memancing, dan aktivitas fotografi adalah beberapa kegiatan yang biasa dilakukan pengunjung. 
Salah satu yang wajib diperhatikan adalah tempat wisata ini cukup berbahaya bagi para orangtua lanjut usia dan anak-anak yang tidak didampingi orangtuanya.
Karang yang terjal, serta ombak laut, sewaktu waktu dapat membahayakan pengunjung. Sejumlah papan peringatan ditempatkan pemerintah untuk mengingatkan wisatawan agar berhati-hati. Bagi penggemar wisata alam, resiko tentu saja sudah menjadi pertimbangan. Karena itu, penyuka wisata alam selalu mengantisipasi resiko dengan persiapan matang, salah satunya dengan menyiapkan alas kaki yang tepat.
Lihat juga...