Enam Hari Tanpa Hujan, BMKG DIY Menyatakan Masih Normal

SELASA, 29 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Selama sepekan ini, petani di wilayah DI Yogyakarta merasa resah, menyusul intensitas hujan yang menurun signifikan. Para petani khawatir jika hujan tak segera turun lagi, tanaman bisa terancam mati atau setidaknya tidak maksimal tumbuh. Namun demikian, Stasiun Radar Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) DIY, memastikan, jika tak lama lagi hujan akan segera membasahi wilayah Yogyakarta.

Forcaster atau Prakirawan BMKG DIY, Fernandus Edwin Penalun

Ditemui Selasa (29/12/2015), Forcaster atau Prakirawan BMKG DIY, Fernandus Edwin Penalun, membenarkan jika di musim hujan ini sudah selama 6 hari tidak terjadi hujan di wilayah DI Yogyakarta. Hal itu, menurutnya, disebabkan oleh tekanan rendah udara di Utara Australia yang menyebabkan pola angin di Yogyakarta menjadi menyebar sehingga tak bisa fokus pada satu titik yang memungkinkan untuk membentuk awan. Selain itu, katanya, tingkat kelembaban udara juga minim, yang semakin tidak mendukung terbentuknya awan hujan.
Fernandus menegaskan, kondisi tersebut hanya terjadi di wilayah DI Yogyakarta dan sebagian kecil wilayah Jawa Tengah. Sedangkan untuk daerah lain seperti Sumatera Selatan, hujan tetap terjadi dalam intensitas tinggi.
Namun demikian, Fernandus memastikan jika kondisi itu dalam dua hari ke depan akan segera berubah. Hujan dipastikan akan segera turun dalam dua hari ke depan, meski dalam intensitas yang rendah. Dikatakannya, enam hari tanpa hujan di musim penghujan ini masih terhitung normal. Sehingga, diharapkan para petani tidak perlu resah.
Sementara itu berkait tahun baru nanti, Fernandus memprakirakan, jika hujan yang mungkin terjadi juga masih dalam intensitas rendah, sehingga masih aman.
Lihat juga...