Fadlizon: Saatnya Freeport Kembali ke Genggaman NKRI:

RABU, 23 DESEMBER 2015
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Adista Pattisahusiwa

NASIONAL—Jakarta- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai dengan dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Freeport, maka tambang emas di tembagapura, papua, akan jelas bisa kembali di genggaman NKRI.


Menurutnya, Freeport merupakan pertaruhan bangsa untuk merebut kembali dalam genggaman tangan Indonesia yang sejak lama dikuasai pihak asing, Bahkan setelah PTFI beroperasi selama 47 tahun, Indonesia tidak memperoleh kesempatan untuk ikut mengelola jalannya perusahaan tambang tersebut.
Dirinya mengakui dengan cara tersebut untuk menegakan konstitusi sesuai perintah amanat Undang-Undang. 
“Nah, Ini pertaruhan kita untuk menegakkan konstitusi, kita harus lebih tegas berjuang menyatakan kontrak Freeport tidak boleh diperpanjang pada tahun 2021,”tegas fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News di Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Fadlizon mengungkapkan bahwa tambang Freeport merupakan salah satu tambang emas, perak dan tembaga yang mempunyai cadangan terbesar di dunia.
Dikatakan, Emas dan tembaga yang masih tersimpan di wilayah Tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), Grasberg, masing-masing sebesar 28,2 juta ounces dan 29.0 miliar pounds.  
Dengan harga rata-rata emas US$ 1250 per ounce dan harga tembaga US$ 3,5 per pound, maka nilai pendapatan kotor cadangan terbukti Tambang Freeport minimal adalah US$ 136,75 miliar atau Rp 1.914,4 triliun (kurs US$/Rp=14.000).
Oleh karena itu, politisi Gerindra tersebut menginginkan sudah saatnya bangsa Indonesia mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari Freeport untuk kepentingan rakyat banyak.
“Sebagai Pemilik sumber daya mineral, NKRI gagal mendapat manfaat yang optimal. Dan kita tidak boleh ada lagi negosisasi soal perpanjangan kontrak Freeport. Semua harus dikuasai negara dimiliki dan diurus sesuai Undang undang,” tutupnya
Lihat juga...