Fotografer Perempuan Memamerkan Perempuan Perubahan dan Perjuangannya di Surabaya

SENIN, 28 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Perempuan selalu menarik diangkat ke dalam berita. Baik dari segi prestasi, inovasi maupun semangat perjuangannya dalam mengarungi kehidupan.


Muniroh, seorang fotografer lepas menggelar pameran foto bertemakan “Perempuan Perubahan dan Perjuangannya” di Balai Pemuda selama 3 hari yang dibuka pada hari ini, Senin (28/12/2015) dan akan ditutup pada tanggal 30 Desember 2015 mendatang. Pameran dibuka setiap harinya pada pukul 08.00-21.00 WIB.  
“Untuk semua model foto yang saya ambil dari warga Desa Wonokusumo Kecamatan Semampir dan Desa Bandarejo Kecamatan Kenjeran,” terangnya kepada Cendana News, Senin (28/12/2015).

Sebelum melakukan pemotretan, Muniroh mengaku melakukan pendekatan ke setiap warga agar mendapatkan cerita bagus yang bisa diangkat dan menjadi sumber inspirasi masyarakat. Total waktu dari pendekatan hingga proses pencetakan foto untuk pameran selama 2 bulan.
“Seperti ada foto ibu yang sedang mencium anaknya, kisah yang luar biasa karena ini detik-detik ketika ia harus meninggalkan anaknya yang akan ditinggal kerja ke luar negeri,” ujarnya.
Kisah lain yang menarik, kisah Ibu dari seorang anak yang bernama Rama yang divonis dokter terkena tumor, yang dengan sabar merawat anaknya yang sakit dengan sabar dan tulus. Selain itu ada Ibu Muntani yang terkena kanker payudara masih semangat hidup demi anak-anaknya.

“Ada yang menarik dari dua desa ini, para perempuan melihat sebuah pekerjaan menjadi pilihan, dan dalam berkeluarga, perekonomian menjadi tanggung jawab berdua, itu yang membuat saya bisa menjadi sumber inspirasi,” tukasnya.
Pameran ini didukung oleh Cakrawala Timur dan Kedubes (Kedutaan Besar) Inggris. Selama pameran berlangsung pengunjung pameran foto ini tidak dipungut biaya alias gratis.
“Ada 39 foto yang ditampilkan, dari total 64 foto yang ingin saya tampilkan tapi yang 25 foto masih bermasalah dengan bingkai jadi belum bisa ditampilkan,” tandasnya.

Ibu satu orang anak ini, menambahkan pendekatan untuk mendapatkan cerita yang bisa menginspirasi tidaklah mudah. Apalagi foto yang diambil merupakan momen yang asli atau apa adanya tanpa ada rekayasa dari sang fotografer.
“Saya ingin fotografer lain bisa mengangkat sisi lain dari perempuan. Karena menurut saya perempuan memiliki ketangguhan yang tak terbatas,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji menegaskan bahwasanya perempuan juga bisa berinovasi dan berkarya, serta mandiri yang berguna bagi masyrakat.
“Perempuan itu juga punya sifat tangguh seperti laki-laki,” pungkasnya.
Lihat juga...