FPMM: Isu Merkuri Pintu Masuk Perusahaan Besar Garap Emas Buru

Syahril Wasahua Sekretaris Jenderal FPMM
AMBON — Sekretaris Jenderal Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Syahril Wasahua mengingatkan Kepala Dinas ESDM Maluku, agar tidak mengedepankan isu Sianida dan Merkuri dalam mengambil pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kabupaten Buru.
“Jangan sampai ada rekayasa untuk memakai issu Sianida dan Mercuri sebagai pintu masuk perusahan besar untuk menggarap emas di Wilayah Pertambangan Rakyat Gunung Botak, Kabupaten Buru,” tegasnya di Ambon, Selasa (08/12/2015).
Dikatakan, Kepala Dinas ESDM Maluku seharusnya bekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan memperhatikan ketentuan normatif yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan surut. Sebab dipandang tak mempu menciptakan solusi, serta prestasi managemen pemerintahan dianggap buruk,” pungkasnya.
Tidak hanya itu, dia juga mengkritik kebijakan Kadis ESDM Maluku yang menangguhkan lima koperasi yang resmi mengantongi IPR dari Pemkab Buru, namun memilih 13 koperasi yang tidak memiliki IPR, masuk ke Gunung Botak bersama PT Buana Pratama Sejahtera untuk menggarap logam mulia di bumi Bupolo (Julukan Kabupaten Buru) tersebut.
SELASA, 08 Desember / Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Foto: Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...