Ganti Rugi Lahan Tol Sumatra Ditargetkan Rampung Mei 2016

Pengukuran Kontur Tanah Tol
LAMPUNG — Ketua Panitia Pengadaan Tanah JTTS Kabupaten Lampung Selatan, Sudiarto menyebutkan, pembebasan lahan pembangunan jalan tol trans sumatera (JTTS) Bakauheni-Terbanggibesar selesai pada Mei 2016. Menurutnya, khusus Desa Bakauheni panjang jalan tol yang akan di bebaskan 3 kilometer.
Bahkan dia juga memiliki target akhir tahun ini pembebasan lahan sudah selesai di Kecamatan Bakauheni. 
“Target bulan Desember nanti Desa Kelawi dan Hatta di Kecamatan Bakauheni sudah selesai pencairan ganti ruginya. Mudah-mudahan pekan depan kami sudah melaksanakan musyawarah di Desa Kelawi dan Hatta,” kata Sudiarto.
Disebutkan, total bidang tanah yang harus diganti rugi untuk Desa Bakauheni sebanyak 185 bidang. Mestinya, jika tidak masalah pada kepemilikan lahan, seluruh bidang tersebut bisa di cairkan sekaligus bersamaan dengan sebagian lahan lain.
“Sisanya 95 bidang itu rencananya Desember nanti sudah dicairkan. Masalah yang ditemui sehingga tidak bisa dicairkan seluruhnya karena pada saat musyawarah pertama tidak hadir, kondisi tanah masih sengketa soal batas atau kepemilikan, masih adanya komplin tanam tumbuh, bangunan dan luas lahan,” terang Sudiarto.
Sebelumnya, pemerintah memberikan ganti rugi kepada masyarakat pemilik lahan banyak 112 orang dari 193 bidang mulai dari titik nol di Bakauheni hingga Dusun Kenyayan Bakauheni. Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp62,5 Milyar. 
Pantauan media Cendananews.com ruas jalan terdampak tol milik masyarakat yang belum dibebaskan masih digarap untuk ditanami padi sawah dan jagung. Sebagian masyarakat yang masih menggarap lahannya meski sudah terkena patok jalan tol diantaranya di Kecamatan Hatta dan Kecamatan Penengahan serta kecamatan lain. 
pemerintah pusat kembali mencairkan dana ganti rugi untuk pembangunan jalan tol trans sumatera (JTTS) bagi sebanyak  85 orang pemilik lahan yang dilaksanakan di Menara Siger Bakauheni.
Untuk pencairan terhadap 90 bidang lahan yang dimiliki 85 orang tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan dana sebesar Rp56,3 Milyar.
Penanggungjawab pengadaan tanah JTTS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syahrial R. Fahlevi mengatakan, pemerintah memberikan ganti rugi untuk pembangunan jalan tol kepada pemilik lahan secara bertahap.
“Pencairan ganti rugi hari kepada 85 pemilik lahan atau sebanyak 90 bidang. Masyarakat yang menerima ganti rugi  karena menyatakan sudah menerima dan persyaratan untuk menerima dana ganti rugi sudah lengkap,” kata Syahrial.
Menurut Syahrial, pencairan ganti rugi khusus masyarakat Desa Bakauheni yang masih tersisa sebanyak 95 bidang. Rencananya sebanyak 95 bidang tersebut akan dicairkan pada Desember mendatang. 
“Mudah-mudahan Desember sudah cair semuanya untuk Desa Bakauheni,” imbuhnya.
Tim Cross Section Jalan Tol Trans Sumatra Capai Kecamatan Penengahan
Tim cross section jalan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sudah mencapai Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung. Menurut salah satu petugas cross section jalan dari PT Pembangunan Perumahan (PP),Idin (36) dan dibantu dari penyedia jasa cross section jalan lain yakni LMA bahkan sudah menyelesaikan pendataan sepanjang 18 kilometer hingga Kecamatan Penengahan. Kecamatan yang sebelumnya sudah diselesaikan meliputi Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Hatta.
“Kita kerjakan secara hati hati sebab kita bekerja mulai dari titik nol di Bakauheni yang berbukit bukit hingga di wilayah Penengahan yang relatif datar,”ungkap Idin saat ditemui Cendana News, di Kecamatan Penengahan, Senin(30/11/2015)
Bekerja menggunakan alat total station untuk menggambarkan potongan melintang jalan yang akan dilalui jalan tol,  Idin bersama lima rekannya mengaku sering mengalami beberapa kendala terutama saat hujan mulai turun sehingga menyulitkan pekerjaan mereka. Bahkan ia mengakui dari sepanjang 18 kilometer jalur yang ditandai dengan patok warna merah,biru dan kuning tersebut beberapa diantaranya harus melalui perbukitan dan lembah.
Titik tersulit dengan elevasi yang cukup ekstrim diakui Idin berada di sepanjang 10 kilometer dari Bakauheni hingga Kecamatan Hatta yang dominan dengan perbukitan dan lembah. Sementara sesudah itu sepanjang kilometer 10 relatif lebih mudah meski harus melalui medan sulit diantaranya sungai,sawah,perkebunan milik penduduk. 
“Resiko kita juga selalu ditanya oleh warga soal harga tanah,waktu pembebasan tol serta hal hal lain yang bukan kapasitas kami karena warga tahunya kami bekerja untuk jalan tol,”ungkap Idin.
Proses yang dikerjakan selama berbulan bulan itu diakui Idin merupakan salah satu tugas penting untuk proses pembangunan jalan tol trans Sumatera disamping pengerjaan tim lainnya. Ia mengaku mendapat tugas bersama tim lainnya untuk beberapa puluh kilometer sementara sebagian dikerjakan oleh tim lain untuk pengerjaan potongan melintang jalan tersebut.
Diketahui proses pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Pelabuhan Bakauheni-Bandarlampung- Terbanggibesar sepanjang 140.41 kilometer terus dilakukan. Pembangunan jalan tol tersebut dilakukan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Hutama Karya(HK), PT Pembangunan Perumahan (PP),PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya melalui skema penugasan.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...