Guru Asal Kendari yang Mendunia Berkat Ide Kreatif Berbasis IT

Herwin Hamid, Guru SMP Negeri 6 Kendari
KENDARI—Sosok Herwin Hamid terlihat biasa saja. Tapi siapa sangka, guru yang mengajar di SMP Negeri 6 kota Kendari Provinsi Sultra ini, telah meraih beberapa prestasi di tingkat nasional dan internasional dibidang kreatifitas dunia pendidikan.
“Bila mendapatkan ide kreatif, jangan pernah menunda untuk merealisasikan ke dalam bentuk yang nyata. Langsung eksekusi ide kreatif itu. Karena jika terlambat mengeksekusi, ide tersebut lenyap,” kata Erwin panggilan akrab Herwin Hamid kepada Cendana News.
Ditingkat nasional, Erwin sudah meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Prestasi yang pernah diraih adalah juara pertama tingkat nasional Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada tahun 2012.
Tahun 2013, Erwin berhasil lagi meraih juara pertama tingkat nasional untuk bidang Multimedia Edukasi (M-Education). Tahun 2014, prestasi itu berhasil dipertahankan ditambah lagi Erwin menjadi juara pertama tingkat nasional untuk Lomba Kreatifitas kategori guru. 
Melihat banyaknya prestasi yang diraih Erwin, Pemerintah Indonesia mengutusnya untuk mengikuti lomba tingkat internasional yang diselenggarakan di Thailand.
Dengan kemampuannya, Erwin berhasil mendapatkan penghargaan Prinvess Maha Chakri Award dari Kerajaan Thailand. Dari seluruh penghargaan yang telah diraih, Erwin mengaku, ternyata dengan melahirkan ide kreatif jauh lebih baik bila dibandingkan hanya berdiam diri saja setelah menghabiskan waktu mengajar.
Awal mula muncul ide kreatif dibidang multimedia pembelajaran interaktif, hanya sekadar ingin membantu siswa agar mudah memahami pelajaran IPA. 
“Saya berpikir bagaimana caranya supaya siswa cepat paham saat belajar. Saya kemudian otak atik internet untuk belajar, hingga pada akhirnya saya menemukan ide membuat pembuatan multi media pembelajaran interaktif. Dari sinilah kemudian berkembang terus untuk menciptakan hal-hal baru,” jelas Erwin.
Selain menciptakan ide kreatif berbasis IT, Erwin juga mendesain pembelajar dengan menggunakan benda-benda yang mudah didapatkan. “Karena belum semua siswa didukung kemampuan memiliki perangkat IT, seperti HP android atau laptop, maka muncul lagi ide bagaimana membuat bahan praktek dengan menggunakan alat atau benda yang ada di sekeliling kita,” ujarnya.

Kamis, 3 Desember 2015/Jurnalis : Rustam/Editor : Sari Puspita Ayu/Foto : Rustam
Lihat juga...