Hadapi Lonjakan Penumpang , Kereta Api Tambahan Dikerahkan di Stasiun Tugu


YOGYAKARTA — Masa libur Natal dan Tahun Baru, Nataru, semakin dekat. Berbagai persiapan dilakukan terutama terkait layanan transportasi umum seperti kereta api. Pada momentum Natal dan Tahun Baru tahun ini, PT KAI memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sehingga beberapa langkah antisipasi mulai dilakukan.
PT KAI menetapkan masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 selama 17 hari sejak tanggal 27 Desember 2015. Sementara itu, jumlah penumpang pada angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini diperkirakan meningkat sebesar kurang lebih 1 Persen dari 4.950.503 penumpang di tahun 2014, menjadi 4.983.954 penumpang di tahun 2015 ini. Karena itu, PT KAI menyiapkan 3 Kereta Api tambahan yang akan mulai dioperasikan pada 20 Desember 2015 sampai 5 Januari 2016.
Kepala Humas DAOP 6 PT KAI, Eko Budiantoro
Kepala Humas DAOP 6 PT KAI, Eko Budiantoro, ditemui Selasa (15/12/2015) menjelaskan, tiga Kereta Api tambahan itu adalah Argo Lawu tujuan Gambir-Solo satu rangkaian dengan 11 stamformasi atau 11 gerbong berkapasitas 800 orang penumpang. Lalu, Kereta Lodaya dengan tujuan Bandung-Solo satu rangkaian dengan 10 stamformasi kapasitas 912 penumpang dan Kereta Api Sancaka jurusan Surabaya Gubeng-Yogyakarta satu rangkaian dengan 10 stamformasi berkapasitas penumpang 912 orang. 
“Kapasitas penumpang kereta Lodaya dan Sancaka lebih banyak karena terdiri dari gerbong eksekutif dan bisnis”, jelasnya.
Momentum Natal dan Tahun Baru, jelas Eko, merupakan momentum tahunan yang selalu berulang, sehingga pihaknya menjamin jika pelayan yang diberikan dari tahun ke tahun semakin baik. Sementara itu berkait ketersediaan tiket, 
Eko mengatakan jika saat ini tiket kelas eksekutif seperti KA Argo Lawu dan Dwipangga, dengan keberangkatan pada tanggal 26, 28, 30, sudah habis, terlebih untuk kereta api kelas ekonomi yang tarifnya lebih murah seperti KA Progo rute Lempuyangan-Pasar Senen dan KA Bengawan. Namun demikian, Eko meminta agar mayarakat tidak perlu khawatir, karena jika ada pembatalan pembelian tiket, pihaknya akan segera menjualnya lagi. 
“Jadi, tidak mungkin akan ada calo. Selain itu, tiket juga bisa diakses dengan mudah di sejumlah tempat seperti supermarket dan bahkan juga di pegadaian”, pungkasnya. 
Selasa, 15 Desember 2015/Jurnalis: Koko/Editor: Gani Khair/Foto: Koko
Lihat juga...