Hasil Pilkada 2015 di DI. Yogyakarta Akan Ditetapkan 21 Desember 2015

Kamis, 17 Desember 2015 / Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu



YOGYAKARTA — Dengan berbagai kekurangannya, Pelaksanaan Pilkada Serentak 2015 di tiga kabupaten di Yogyakarta relatif berlangsung lancar.  Masing-masing KPUD di tiga kabupaten di DI. Yogyakarta pun telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten. 
Direncanakan, pada hari yang sama di tanggal 21 Desember 2015 nanti, akan dilakukan pengumuman hasil Pemilu Kada 2015 sekaligus menetapkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih di tiga kabupaten tersebut.
Kendati jumlah partisipasi pemilih dalam pemilu kada 2015 ini jauh dari yang ditargetkan pemerintah, namun KPU DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) menyatakan, jika hasil Pemilu Kepala Daerah di tiga kabupaten cukup representatif mewakili pilihan masyarakat. 
Seperti diketahui secara nasional pemerintah menargetkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2015 ini sebanyak 77,5 Persen. Namun demikian, tak satupun dari tiga kabupaten di wilayah Provinsi DI Yogyakarta mampu mencapai target tersebut. Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan ditemui Kamis (17/12/2015), mengatakan, jika jumlah partisipan tertinggi di DIY ada di Kabupaten Bantul sebanyak 75,6 Persen. Lalu, disusul Kabupaten Sleman sebanyak 72,26 Persen dan Gunungkidul sebanyak 70,34 Persen.  
KPU DIY menilai, ada banyak faktor yang menyebabkan tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2015 ini tak sesuai target. Antara lain, karena hari pelaksanaan coblosan yang bukan hari Minggu sehingga banyak warga yang merantau enggan mudik. Apalagi, hari coblosan berdekatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru, sehingga warga perantau akan berpikir dua kali untuk pulang ke kampung. Sementara itu di Gunung Kidul, hari coblosan juga bersamaan dengan musim tanam di sawah dan ladang, sehingga banyak warga di Gunung Kidul yang lebih memilih untuk pergi ke sawah dari pada mencoblos.
Dengan berbagai kekurangan dan tingkat partisipasi pemilih dibawah target nasional, namun Pilkada 2015 di DIY berlangsung aman dan lancar. Hasil rekapitulasi penghitungan suara juga telah disetujui oleh semua pihak yang terkait, sehingga dipastikan tidak ada kendala berarti. Hamdan bahkan memastikan, tidak akan ada sengketa hasil Pilkada, karena selisih suara yang lebih dari 1 Persen. Sedangkan, peraturan MK menyatakan, sengketa atau gugatan hanya bisa dilakukan jika selisih suara hanya 0,5-1 Persen. 
Pun demikian dengan kemungkinan adanya gugatan di PTUN dari salah satu Paslon, Hamdan memastikan semua itu tidak akan berpengaruh terhadap hasil rekapitulasi penghitungnan suara penetapan Paslon terpilih.
Sementara itu, hasil perolehan suara yang telah ditetapkan oleh masing-masing KPUD adalah sebagai berikut; 
Kabupaten Bantul dengan dua Paslon yaitu Nomor Urut 1 Drs. H Suharsono-Drs Abdul Halim Muslih, M.Si memperoleh suara 261.412 atau 52.80%, sedangkan Nomor Urut 2 Hj. Sri Surya Widati-Drs. Misbakhul Munir, M.Si memperoleh suara 233.677 atau 47,19%. 
Kabupaten Sleman dengan dua Paslon yaitu Nomor Urut 1 Dr.j. Yuni Satia Rahayu, S.S.Mhum-Danang Wicaksana, S,ST memperoleh suara 227.633 atau 43,30% dan Paslon Nomor Urut 2 Drs. H Sri Purnomo, M.Si- Dra Hj. Sri Muslimatun, M.Kes memperoleh suara 297.267 atau 56,70%.
Kabupaten Gunung Kidul dengan empat Paslon, yaitu Nomor Urut 1 Hj Badingah, S.Sos-DR. Immawan Wahyudi, MH memperoleh suara 167.915 atau 39,53%, Paslon Nomor Urut 2 Benyamin Sudarmadji-Drs Mustangid, MPd sebanyak 98.379 suara atau 23,16%, Paslon Nomor Urut 3 Djangkung S-Endah Subekti K, SE sebanyak 104.440 suara atau 24,59% dan Paslon Nomor Urut 4 Subardi TS, BA-DR Wahyu Purwanto sebanyak 54.076 suara atau 12,73%. 
Sumber foto: Koko Triarko
Lihat juga...