Ibukota Lengang Ketika Ditinggal Berlibur

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono

DKI. JAKARTA—Momen libur panjang selama empat hari, terhitung mulai hari Kamis hingga Minggu, benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sebagian besar warga Ibukota. Ribuan kendaraan bermotor secara hampir bersamaan memacetkan seluruh ruas jalan tol, mereka seolah-olah kompak berangkat bepergian bersama-sama berlibur ke luar kota.




Ada yang mudik pulang menuju kampung halamannya masing-masing, mirip dengan lebaran, ada juga yang hanya sekedar bepergian sambil menikmati liburan, dengan mendatangi tempat-tempat wisata sekaligus menikmati sajian aneka kuliner favorit pilihan keluarga masing-masing.

Pantauan Cendana News siang ini di beberapa ruas jalan-jalan di Jakarta, arus lalu lintas kendaraan bermotor sangat lancar, bahkan bisa dikatakan cenderung lengang. Kemacetan yang biasanya menjadi pemandangan sehari-hari untuk sementara tidak terlihat selama empat hari ini.

Sementara itu, suasana arus lalu lintas di sekitar segitiga pusat bisnis dan perkantoran di Jakarta Selatan, seperti Jalan Sudirman-Jalan HR. Rasuna Said (Kuningan) hingga Jalan MH. Thamrin yang biasanya menjadi langganan macet, kini terlihat ramai lancar, cenderung lengang.

Pemandangan yang sama juga terlihat di sepanjang jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, sejak dari Terminal Senen hingga membentang sampai Kawasan Ancol, tampak pergerakan arus lalu lintas berbagai jenis kendaraan bermotor, roda dua maupun roda empat terlihat sangat lancar.



“Dibandingkan dengan hari biasa, suasana di Ibukota saat libur panjang memang cenderung lengang dan sepi, bahkan saking sepinya omzet penjualan di warung saya menurun drastis, pelanggan yang biasanya makan kebanyakan pegawai kantoran” terang Harminto, pemilik Warung Tegal (Warteg) di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, kepada Cendana News.

Imbas sepinya Ibukota Jakarta dalam beberapa hari ini, ternyata tak hanya dirasakan oleh penjual kuliner saja. Dampaknya juga dirasakan oleh para tukang ojek, sopir bajaj hingga sopir taksi, rata-rata pendapatan mereka selama libur panjang empat hari ini merosot tajam.

Kebanyakan para pengemudi angkutan umum tersebut mengeluhkan betapa susahnya mencari penumpang pada saat ada libur panjang seperti ini. Bahkan banyak diantara mereka yang mengaku omzet pendapatannya mengalami penurunan lebih dari 50 % dibandingkan hari biasa.

Riyanto, seorang pengemudi taksi mengatakan “Setiap ada libur panjang seperti ini, susah sekali mencari penumpang di wilayah Ibukota Jakarta, paling-paling yang ramai hanyalah di sekitar pusat-pusat perbelanjaan, stasiun kereta api Gambir dan Senen, Terminal Bus, Pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma” terangnya saat ditemui Cendana News.
Lihat juga...