IKAPPI : Pemerintah Harus Lebih Fokus Meningkatkan Daya Beli Masyarakat.

Kamis, 17 Desember 2015 / Editor: Sari Puspita Ayu

DKI. JAKARTA—Seperti yang kita ketahui bersama, pada Kuantal I 2015 diwarnai oleh perlambatan laju ekonomi Indonesia yang hanya mencapai angka 4,71 persen. Lebih rendah dari Kuantal I pada tahun 2014 sebelumnya yang mencapai 5,14 persen. 
Pada Kuantan II pertumbuhan ekonomi justru kian menurun di angka 4,67 persen lalu naik kembali pada Kuantal III diangka 4,73 persen. Meskipun lebih tinggi dari Kuantal I dan II, sebenarnya angka pertumbuhan di kuartal III tersebut masih belum memuaskan karena hanya pada pengeluaran pemerintah (government spending) yang angka pertumbuhannya cukup tinggi. 
Hal tersebut tidak terjadi pada angka konsumsi rumah tangga yang sejatinya memberi kontribusi terbesar terhadap PDB namun justru mengalami penurunan. Sepertinya pemerintah tidak belajar banyak dari situasi perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun ini terutama pada angka konsumsi rumah tangga yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
“Sejak awal tahun 2015, IKAPPI cukup cerewet mengingatkan pemerintah untuk fokus mengatasi penurunan daya beli masyarakat ini. Karena kami khawatir situasi ini akan memberikan dampak lanjutan yang lebih luas. Tidak hanya bagi pedagang pasar tradisional, tetapi juga bagi seluruh aktifitas ekonomi nasional. Penurunan daya beli masyarakat ini telah menjadi beban besar bagi pedagang pasar tradisional. Terlebih lagi situasi ini telah terjadi dalam kurun waktu setahun kebelakang,” jelas Tino Rahardian selaku Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI.
Pedagang pasar sempat berharap banyak terhadap Paket Kebijakan Ekonomi yang pemerintah keluarkan. Namun ternyata kebijakan yang lahir cenderung memberikan stimulan bagi para pengusaha dan perusahaan besar tanpa banyak menyentuh kepada sektor rill terutama bagi pedagang pasar tradisional. Justru kami mendapatkan dampak negatif dari upaya delegasi dan debirokrasi yang gambar gemborkan oleh pemerintah.
“Untuk itu kami sekali lagi meminta pemerintah untuk lebih serius dan fokus pada upaya peningkatan daya beli masyarakat. Bukan justru sibuk dalam festivalisasi politik yang terjadi akhir akhir ini. Pedagang pasar berharap banyak agar pemerintah mampu menutup akhir tahun ini dengan peningkatan laju ekonomi yang memberi dampak pada peningkatan daya beli masyarakat. Jangan sampai tahun ini kita tutup dengan tren harga barang yang kian tinggi ditengah daya beli masyarakat yang kian menurun. Belum lagi kita dihadapkan pada pelaksanaan pasar bebas ASEAN yang sudah di depan mata,” lanjutnya
Tantangan ekonomi hari ini jauh lebih besar dari sekedar festivalisasi politik. Dan pemerintah belum lah terlihat bekerja keras dalam menghadapinya. Semua pihak berharap agar perlambatan laju ekonomi ini tidak berlanjut hingga tahun 2016 mendatang. 
“Oleh karenanya sekali lagi kami minta pemerintah agar lebih fokus dalam meningkatkan daya beli masyarakat agar laju ekonomi kita membaik di tahun depan.” pungkasnya.
Sumber berita: Tino Rahardian
Sumber foto: Akun Facebook Keua Umum DPP IKAPPI, Abdulah Mansuri
Lihat juga...