IKAPPI : Pernyataan Pejabat Kementan Sangat Menyakiti Hati Pedagang Pasar Tradisional.

RABU, 23 DESEMBER 2015
Sumber berita dan foto: DPP IKAPPI (Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia)

NASIONAL—Menyikapi pernyataan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, Sputnik Sujono Kamino yang mengatakan, kenaikan harga beberapa barang kebutuhan terjadi bukan semata-mata dipengaruhi oleh gangguan pada sisi suplai alias ketersediaan pasokan. Namun karena ulah pedagang yang melakukan aksi ambil untung dengan memanfaatkan hari-hari besar, IKAPPI menyampaikan penyesalan atas pernyatan tersebut. 

Abdullah Mansuri ketika menjadi salah satu pembicara dalam seminar SNI Pasar Rakyat
Dalam rilis yang diterima Cendana News pada hari Rabu (23/12/2015) IKAPPI menyatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Bila Kementrian Pertanian tidak mampu memperbaiki manajemen sektor hulu produksi pangan, jangan lantas menyalahkan pedagang pasar sebagai sektor hilir. Sudah sejauh mana Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian dalam menerapkan manajemen suplai produksi pertanian.

“Pedagang pasar itu sektor hilir dan pedagang pasar bukan satu satunya penentu harga. Disana ada petani dan tengkulak. Harga yang diterima pedagang di pasar memang sudah tinggi. Apakah lantas kami harus menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga yang kami beli dari para pemasok,” jelas Ketua Umum IKAPPI, Abdullah Mansuri.
Ia menambahkan bahwa IKAPPI berulang kali mengingatkan kepada Pemerintah untuk memperbaiki koordinasi dan jalur distribusi.

“Karenanya kami dorong agar semua pihak bisa duduk bersama dalam mengatasi situasi kenaikan harga tersebut. Kementrian Pertanian, Kementrian Perhubungan, Polri dan Kementrian perdagangan harus duduk bersama. Bukan kah situasi seperti ini harusnya bisa di antisipasi jauh jauh hari sehingga tidak terkesan pemerintah kaget dengan situasi yang ada lalu dengan gampangnya menyalahkan pedagang pasar. Kenaikan harga cabai dan bawang merah kan sudah terjadi sejak lebih dari sepekan yang lalu. Mengapa Kementan baru mengunjungi pasar induk untuk menanyakan kenaikan harga. Lantas apa yang mereka lakukan seminggu kebelakang?,”lanjutnya

Abdullah Mansuri menegaskan pernyataan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, Sputnik Sujono Kamino adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan masalah.

“Kami ingatkan juga agar fokus saja bekerja tanpa harus membangun citra diri dan lembaga lalu menyalahkan pihak lain,” lanjut Mansuri sembari menantang apabila memang suplai aman, ia meminta data dibuka ke publik agar masyarakat mengerti.

Pedagang pasar jelas tidak terima bila disalahkan atas ketidak mampuan Pemerintah dalam mengendalikan harga.

Lihat juga...