Ingin Wisata Sejarah Di Kota Balikpapan, Yuk Datang Ke Museum Kodam

JUM’AT, 25 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN—Kota Balikpapan biasa dikenal dengan kota Minyak. Di kota ini juga ada tempat bersejarah yang menyimpan berbagai peninggalan di masaperjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi yang datang atau berkunjung ke Balikpapan bisa berkunjung ke Museum Kodam VI/Mulawarman di Jalan R Suprapto kawasan Balikpapan Barat kota Balikpapan.


Museum Kodam yang diresmikan pada tahun 2008 itu memiliki berbagai bukti sejarah dari berbagai klasifikasinya. 
Museum Kodam VI/Mulawarman menyediakan informasi sejarah mengenai kota Balikpapan, beberapa peralatan perang yang pernah dipergunakan para pejuang kemerdekaan foto-foto kota Balikpapan tempo dulu, dan beberapa benda berharga di bidang militer.
Di depan pintu masuk museum terdapat sebuah meriam dan Panser. Dua atribut TNI AD diletakkan di depan bangunan yang pernah digunakan dalam Perang Dunia ke-2 ini. Selain itu, terdapat 4 buah manekin yang menggunakan seragam khas militer Indonesia, mereka berdiri kokoh siap menyambut pengunjung.
Museum ini memiliki enam ruangan. Ruangan pertama, memuat nama-nama dan bingkai para pahlawan yang gugur di medan perang mempertahankan NKRI. Ruangan kedua, menampilkan 32 foto masa sulit perjuangan para tentara di Balikpapan serta beberapa dokumentasi dan miniatur KRI Fatahillah, kapal selam Cakra, miniatur pesawat F-16, dan miniatur pesawat Puma.
Ruangan ketiga berisi koleksi senjata yang pernah dipakai para prajurit TNI di wilayah Kalimantan, termasuk senjata tradisional Kalimantan, mandau. Ruangan keempat berisi peralatan kedokteran zaman kuno dan alat komunikasi tentara.
Ruangan kelima berisi replika Tunggul Batalyon se-Kalimantan, Duaja Korem se-Kalimantan, dan Sempana. Ruangan keenam adalah ruang audiovisual, tempat menyaksikan pertunjukan film dokumenter.
Warga Balikpapan atau pengunjung yang ingin berkunjung ke museum Kodam pada hari Senin sampai Jumat dibuka mulai pukul 09.00 – 15.00 Wita, dan saat hari libur museum ini juga dibuka. Pengunjung yang datang akan dipandu oleh pemandu yang ada di Museum. Mereka akan menjelaskan bukti-bukti sejarah yang ada.
Pengunjung yang datang pada hari kerja biasanya ada pelajar dan mahasiswa yang didampingi para pengajarnya. Mereka yang datang juga menyaksikan film-film dokumenter.
Apabila hari libur banyak pengunjung yang datang dari luar daerah dan lokal Balikpapan bersama keluarga.
Salah satu pengunjung Ono datang bersama keluarganya untuk mengenalkan anak anaknya pada pahlawan-pahlawan dan sejarah lainnya. “Kami senang datang ke wisata sejarah karena generasi kita juga harus tahu,” katanya disela-sela melihat beberapa benda yang ada di Museum, Kamis (24/12/2015).
Dikatakan Ono lokasi menuju Museum Kodam ini juga tidak jauh cukup dengan dua kali naik angkutan kota apabila dari Bandara. Sedangkan dari pelabuhan Semayang Balikpapan hanya satu kali naik angkutan kota nomor 8. “Untuk tarif angkutan kota nya juga tidak mahal sekali naik sekitar Rp5.000 saja,” serunya.
Hal yang sama juga dikatakan Saskia yang berkunjung ke Museum Kodam. Ia mengatakan banyak yang dapat dikunjungi di Balikpapan khususnya mengenai wisata sejarah. “Kehadiran Museum Kodam menjadi daya tarik bagi kami sebagai pengunjung,” imbuhnya. 
Lihat juga...