Ini Alasan Idi Bantara Berdayakan Petani Lampung Budidaya Gaharu

Idi Bantara (baju putih)
LAMPUNG—Pohon Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia yang mulai dikembangkan petani pekebun di Lampung. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan di Propinsi Lampung adalah jenis Aquilaria. malaccensis, A. Microcarpa. Demikian diungkapkan oleh Idi Bantara, salah satu pendamping masyarakat dalam bidang kehutanan di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Sekampung Way Seputih (BPDAS WSS). Ia mengaku mulai mendampingi masyarakat Lampung di beberapa Kabupaten diantaranya Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Tanggamus dan beberapa wilayah lain dalam budidaya tanaman Gaharu.
Idi Bantara menuturkan saat ini masyarakat mulai mengetahui pentingnya menabung dengan cara menanam pohon. Salah satu cara yang saat ini digalakkan oleh Idi Bantara dengan mengajak petani pekebun menanam berbagai tanaman salah satunya yang sangat memiliki manfaat adalah tanaman Gaharu. Ia mengungkapkan, manfaat kayu gaharu selain sebagai aromatherapy, air limbah dari penyulingan gaharu yang dikenalkan dengan “air minum destilasi beraroma gaharu” ternyata memiliki manfaat yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan maupun untuk kecantikan.
“Beberapa testimoni pengguna olahan gaharu yang memakai diantaranya mampu membantu masalah susah tidur, insomia, asam urat; luka menahun serta penyakit lain sehingga kayu gaharu memiliki nilai kesehatan dan tentunya nilai ekonomi yang berguna bagi masyarakat,”ujar Idi Bantara kepada Cendana News, Kamis (3/12/2015).
Ia bahkan mengungkapkan air destilasi yang disemprotkan pada wajah berjerawat secara rutin sebelum tidur malam, mampu menyembuhkan jerawat yang membandel, luka menahun dan luka baru. Selain gaharu juga dipercaya banyak orang berkhasiat untuk mengatasi masalah gula darah dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Besarnya manfaat hasil olahan gaharu ditunjukkan dengan harga kayu Gaharu yang fantastis mencapai jutaan rupiah serta olahan kayu gaharu dalam bentuk air destilasi yang mencapai ratusan ribu rupiah. Hasil yang sangat menjanjikan tersebut membuat penanaman Gaharu sangat dianjurkan bagi para petani pekebun yang memiliki lahan untuk ditanami kayu seperti di perbukitan serta perkebunan sebagai konservasi sekaligus investasi.
“Sejak belasan tahun berada di Lampung saya melakukan pendampingan mulai dari pembibitan, perawatan pohon, cara mengolah hasil gaharu hingga ke pemasaran hasil olahan gaharu,”ujar Idi Bantara.
Salah satu warga yang sudah mulai merasakan hasil dari binaan Idi Bantara adalah Sudirun yang memiliki hutan Gaharu yang mencapai 700 pohon di Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Ratusan pohon Gaharu yang dibangunya di Kecamatan Sido Mulyo berada di pegunungan arah Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Berkat percontohannya kini masyarakat semakin semangat ikut menanam gaharu pengisi kebun dan halaman rumahnya. Tahun 2015 ini tanaman gaharu yang sudah dibudidayakan mencapai sekitar 700 pohon. Dari ratusan pohon gaharu milik Sudirun, ada beberapa yang sudah berumus 10 tahun. 
Potensi besar yang diberikan oleh pohon garaharu, membuat BPDAS WSS memberikan bantuan berupa suntikan Bioserum. Kepedulian ini membuat masyarakat semakin tertarik untuk melakukan budidaya gaharu. Proses pembuatan bioserum sebagai bahan untuk membuat inokulasi tanaman Gaharu pun diajarkan oleh Idi Bantara agara para petani bisa lebih mandiri dari mulai proses penanaman hingga memanen hasil serta pemasaran.
Pohon yang tumbuh subur sudah mulai diinokulasi oleh para warga, mahasiswa yang ingin belajar untuk mengolah kayu Gaharu. Hasil olahan tersebut selanjutnya akan dikumpulkan dan dijual dalam berbagai pameran atau dijual ke pemakai olahan gaharu yang salah satunya bisa digunakan untuk pembuatan sabun, aroma terapi serta wangi wangian.
“Prosesnya memang lama namun hasilnya juga fantastis seperti yang dialami oleh petani binaan saya, selain itu memberi pemahaman bahwa menanam pohon adalah bentuk investasi masa depan membuat masyarakat banyak yang berminat,”ungkap Idi Bantara.
Ia pun mengaku saat ini dirinya bersama beberapa kelompok budidaya mulai membuat bibit gaharu, selain itu masyarakat pun bisa mendapatkan bibit Gaharu secara gratis di Persemaian Permanen yang ada di Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.
Idi Bantara yang merupakan salah satu lulusan universitas di Solo Jawa Tengah bidang kehutanan ini mengaku akan terus memberdayakan masyarakat melalui bidang kehutanan. Selama ini masyarakat masih belum memaksimalkan potensi hutan dan ia memiliki rasa tanggung jawab agar masyarakat bisa sejahtera melalui hasil hutan, diantaranya Gaharu.
Kamis, 3 Desember 2015/Jurnalis: Henk Widi/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Henk Widi
Lihat juga...