Ini Cara Warga Mulyorejo Surabaya Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama

JUM’AT, 25 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Hari raya umat nasrani atau Natal diperingati setiap tanggal 25 Desember, berbagai perayaan digelar. Salah satunya, di Jalan Mulyorejo Selatan Baru dimana umat kristiani merayakan Natal dengan cara mengundang tetangga sekitar rumahnya yang mayoritas muslim untuk makan bersama.
Suwarto (65 tahun), warga Mulyorejo mengaku senang meskipun berbeda agama. Masyarakat di sekitar lingkungannya hidup rukun dan damai, tidak pernah terjadi kericuhan antar agama.
“Setiap Natal dan Idul Fitri kami selalu menggelar acara makan bersama, meskipun kami nasrani, kami saling menghormati,” terangnya kepada Cendana News, Jumat (25/12/2015).
Bapak empat orang anak ini menambahkan, kalau Idul Fitri masyrakat muslim yang menggelar acara makan bersama. Dan warga nasrani datang untuk ikut makan bersama.
“Dan sekarang, keluarga kami yang menggelar acara makan bersama. Dan bergantian, umat muslim datang ke rumah kami, ini namanya saling menghormati perayaan masing-masing,” ujarnya.
Meskipun umat kristiani yang menyediakan makanan, makanan yang disediakan pun disesuaikan dengan apa yang boleh dimakan oleh umat muslim. Jadi tidak ada suguhan yang tidak halal dalam acara makan bersama tersebut. 
“Kami tidak memasak daging babi, kami hanya sederhana dan yang paling penting halal. Seperti, sate ayam, cap jay, soto ayam, dll.,” tegas bapak berkaca mata ini.
Ia berharap di hari Natal ini, sikap saling menghormati dan kerukunan umat beragama tetap terjaga hingga nanti.
“Kami juga tak lupa mengucapkan, selamat Natal dan Tahun Baru untuk umat kristiani di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Lihat juga...