Inovasi Baru “Smart Box Cacao” Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG—Indonesia merupakan penghasil Kakao terbesar kedua di dunia setelah Pantai Gading. Namun sayang kualitas biji Kakao di Indonesia masih di bawah standar, hal ini terjadi karena masih jarangnya petani yang melakukan fermentasi biji Kakao sehingga dapat mengurangi kualitas dari biji Kakao itu sendiri.

Mochamamad Choiril Iman

Berlatar belakang permasalahan tersebut, ke-empat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Mochammad Choiril Iman, Riko Crisnanda, Hima Fehridan dan Tito Ardyansyah menciptakan sebuah alat inovasi baru yang diberi nama Smart Box Cacao (Kotak Kakao Pintar). Alat ini merupakan teknologi fermentasi biji kakao yang bekerja secara otomatis.
Menurut Iman, selama ini kebanyakan petani kakao masih melakukan fermentasi secara tradisional. Mereka biasanya hanya memetik buahnya, mengambil bijinya baru kemudian dikeringkan. Namun ternyata perlakuan seperti ini sebenarnya justru dapat mengurangi kualitas dari biji Kakao itu sendiri, jelasnya kepada Cendana News saat di temui dalam acara Expo UB 2015.
Mahasiswa berkacamata ini juga mengatakan bahwa selama ini para petani Kakao masih menganggap proses fermentasi biji Kakao kurang penting.
“Setelah saya survei sendiri di lapangan, ternyata banyak petani yang masih enggan melakukan fermentasi karena ribet (rumit),”ujarnya.
Mereka harus menjaga suhu fermentasi, kemudian harus diaduk setiap sehari sekali agar panasnya merata antara bagian atas dan bagian bawah, jelasnya.
Namun dengan alat ini, petani tinggal memasukkan biji kakao kedalam Smart Box Cacao dan biarkan alat tersebut bekerja otomatis. Dengan Smart Box Cacao, petani bisa langsung mengecek suhu secara otomatis dan saat proses fermentasinya selesai maka lampu indikatornya akan menyala. Lama proses fermentasi menggunkan alat ini yaitu selama lima hari, terangnya.
Iman juga menjelaska kelebihan dari Smart Box Cacao yaitu ramah lingkungan, minim perawatan, hemat waktu ekonomis dan tentunya praktis. 
Alat ini sendiri masih belum diproduksi secara massal karena masih dalam proses Paten. Selain itu, Smart Box Cacao juga pernah di ikutlombakan dalam acara lomba cipta elektro teknik Nasional di ITS Surabaya dan mendapatkan juara tiga, tutupnya.
Lihat juga...